Drainase Ditutup, Ruas Jalan Pamotan-Rembang Rusak

Senin, 26 Agustus 2013 | 14:31 WIB
Aksi tanam  pohon pisang di jalan Pamotan-Rembang beberapa waktu yang lalu.

Aksi tanam pohon pisang di jalan Pamotan-Rembang beberapa waktu yang lalu.

PAMOTAN, MataAirRadio.net – Kondisi ruas jalan Pamotan-Rembang, tepatnya di sebelah timur Balai Benih Ikan (BBI) setempat rusak parah sejak beberapa bulan terakhir. Kerusakan terjadi akibat genangan air yang berasal dari lahan sawah petani.

Kurdi, seorang warga setempat yang ditemui pada Senin (26/8) pagi mengatakan, dia dan rekan-rekannya tidak mencegah genangan air dari sawah. Pasalnya, gorong-gorong yang tadinya terpasang pada titik jalan tersebut, sudah dua tahun ini ditutup oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang.

Warga menurutnya merasa serba repot menghadapi situasi seperti itu. Jika air tidak dialirkan keluar sawah, petani khawatir tanaman padi mereka tergenang dan mati. Di sisi yang lain, jika air dialirkan, jalanan setempat langsung tergenang.

Mayoritas warga menganggap, genangan air di titik tersebut mengakibatkan kerusakan jalan. Sejumlah pengendara terjatuh setelah terperosok dalam kubangan, lantaran tidak menguasai medan.

Sebenarnya ada gorong-gorong lain yang bisa digunakan sebagai jalan air dari sawah. Namun, karena jaraknya cukup jauh, petani tidak mau mengambil risiko dan memilih langsung membuka jalan air dari sawah mereka.

Bahtiar, seorang pengendara yang sering melintasi wilayah itu menyebutkan, kondisi jalan di sebelah timur BBI Pamotan membahayakan pengendara. Ia prihatin kerusakan jalan sudah berlangsung lama.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan tersebut belum mendapatkan penanganan dari pihak DPU Rembang. Di lokasi, terpasang rambu peringatan kerusakan jalan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rembang.

Kerusakan ruas jalan Pamotan-Rembang tidak hanya di wilayah itu. Titik lain yang juga mengalami kerusakan cukup parah adalah di wilayah Desa Ringin Kecamatan Pamotan. Bahkan, belum lama ini warga kesal dan menanaminya dengan pohon pisang. (Ilyas al-Musthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan