Dokumen KUA-PPAS Siap, Giliran Pemkab Tunggu DPRD

Selasa, 3 Juli 2012 | 09:45 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni.

KOTA – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan dokumen kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD 2013, saat ini sudah siap.

Namun, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Hamzah Fatoni, Selasa (3/7), saat ini pihaknya justru menanti jadwal dari DPRD setempat guna membahas rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rembang Tahun Anggaran (TA) 2011.

“Dokumen KUA-PPAS sudah siap, namun demikian kami tetap menunggu pembahasan LKPJ APBD 2011 selesai dulu di-perda-kan untuk melangkah ke tahapan selanjutnya,” terang Hamzah.

Pihaknya mengaku sudah mengirimkan surat kepada DPRD untuk membahas LKPJ APBD 2011. “Surat itu bernomor 900/1721/2012 perihal Buku Rancangan Laporan Keuangan APBD TA 2011 dan nomor 900/1722/2012 tentang Pengiriman Raperda, keduanya tertanggal 15 Juni 2012,” jelas dia.

Hamzah juga menjelaskan, pembahasan dan penetapan LKPJ APBD 2011 tersebut penting karena menjadi dasar dalam pembahasan APBD-Perubahan 2012.

“Jika APBD-Perubahan 2012 belum dibahas, maka akan sulit memproyeksikan pendapatan dan belanja dalam pembahasan RAPBD 2013 nantinya,” kata dia.

Dijelaskan, KUA-PPAS APBD 2013 merupakan dokumen rencana definitif anggaran yang dijadikan dasar penyusunan RAPBD 2013 dan dalam pembahasannya perlu kesepakatan antara eksekutif dan legeslatif.

Disebutkan, hal-hal yang perlu disepakati antara lain kapasitas fiskal berupa kemampuan keuangan daerah, rencana belanja paling penting, dan prioritas-prioritas pembangunan yang didapat dari dokumen yang ada seperti rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) dan dinamika aspirasi yang berkembang di masyarakat selama tahun 2012 untuk segera dilaksanakan langkah-langkah penanganannya.

Karena itu, imbuh dia, masyarakat tidak perlu resah atas kemungkinan molornya pembahasan APBD 2013. “Tidak masuk akal kalau dibilang molor, justru posisi kami sekarang malah menunggu (DPRD),” tegas dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan