Disorong Ombak, Tongkang Terdampar

Jumat, 27 Januari 2012 | 08:22 WIB


KOTA – Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara terdampar di pantai Dusun Kaliuntu Desa Pasarbanggi, Kecamatan Kota Rembang, Jumat (27/1), diduga akibat disorong gulungan ombak besar belakangan ini.

Seorang warga Dusun Kaliuntu, Ahmad mengatakan, sebelum terdampar kapal itu tampak berusaha berlindung di sekitaran Pulau Gede, namun karena gelombang laut cukup tinggi, ‘tug boat’ yang diduga hendak memasok batu bara ke PLTU Sluke tersebut terlempar.

“Rabu (25/1) lalu, kapal tersebut seperti berlindung di sekitaran Pulau Gede, namun kini malah terdampar di pantai desa kami. Barangkali karena ombak yang menggulung cukup besar,” kata dia.

Dirinya tak mengetahui jelas kondisi anak buah kapal di ‘tug boat’ tersebut. “Sejauh ini, kami belum bertemu dengan seorang ABK pun,” kata dia.

Berdasarkan pantauan, kapal tongkang perlahan mulai bergeser ke arah timur. Diperlukan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai lokasi perairan kapal terdampar tersebut dengan berperahu.

Kepala Satuan Polisi Air Polres Rembang AKP Edi Suharsono mengatakan menduga kapal tongkang tersebut tidak berani merapat karena ombak besar masih menggulung disertai angin kencang.

“Kami masih belum mengetahui secara jelas identitas kapal, termasuk nomor lambung kapal tongkang. Hanya, hampir bisa dipastikan bahwa ‘tug boat’ tersebut hendak mengangkut batu bara ke PLTU Sluke,” kata dia.

Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Syahbandar Rembang, Eko Teguh Siswanto mengatakan kondisi ombak di Laut Jawa dalam tiga hari terakhir, cukup berbahaya untuk kegiatan pelayaran.

“Jika kapal jenis tongkang saja bisa disapu sehingga kandas, maka kami imbau nelayan berperahu kecil menghentikan aktivitas melautnya untuk sementara waktu,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan