30 Orang Gugat Cerai Pasangannya Setelah Lebaran

Kamis, 30 Agustus 2012 | 02:20 WIB

REMBANG, mataairradio.net – Sebanyak 30 orang mendaftarkan gugatan cerai atas pasangannya di Pengadilan Agama Rembang. Gugatan itu tercatat sejak Kamis hingga Selasa (23-28/8) atau sejak kali pertama masuk kerja pascacuti Lebaran.

Panitera Muda Gugatan pada Pengadilan Agama Rembang, Syaerozi, Kamis (30/8), menyatakan, seperti sudah kebiasaan, jumlah penggugat cerai selalu marak setelah Lebaran.

“Kami tidak paham persis alasannya. Atau mungkin mereka yang menggugat cerai ini baru memiliki cukup biaya pada setelah Lebaran? kami tidak tahu,” tandasnya.

Jumlah gugat cerai tersebut, lanjut Syaerozi, diperkirakan akan terus bertambah, setidaknya selama September 2012.

“Sebisa mungkin, kami tidak langsung menggelar sidang perceraian atas setiap gugat cerai yang masuk atau didaftarkan kepada kami. Kami akan menawarkan mediasi terlebih dahulu antara suami-istri,” jelasnya.

Apabila mediasi mentah dan gagal, pihaknya baru akan menjadwalkan persidangan perceraian. “Soal waktu yang dibutuhkan sejak pendaftaran hingga putusan cerai turun, tergantung kelancaran selama sidang. Paling cepat dua bulan sudah putus perceraian,” katanya.

Disebutkan, sejauh ini, warga dari tiga kecamatan di belahan timur Kabupaten Rembang menjadi penyumbang terbanyak kasus perceraian. “Dominasi penggugat cerai berasal dari Kecamatan Kragan, Sedan, dan Sarang,” tegasnya.

Mengenai penyebab gugat cerai, imbuh dia, kebanyakan disebabkan adanya orang ketiga dan alasan nafkah yang tidak diberikan sebagaimana mestinya, serta ketimpangan ekonomi rumah tangga. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan