Pencak Silat Berkembang Dalam Kemandirian

Sabtu, 7 Januari 2012 | 11:49 WIB
PAMOTAN – Olahraga pencak silat di Kabupaten Rembang terus berkembang meski fasilitas dan perhatian pemerintah setempat terbatas karena mereka mampu mandiri dalam sebuah kelompok.

“Puncak kejayaan pencak silat terjadi pada era 2000. Setelahnya, olahraga ini seakan meredup,” kata seorang atlet Pencak Silat dari Setia Hati Teratai (SHT), Andi Subiyanto berasal dari Desa Ringin Kecamatan Pamotan, di Rembang, Sabtu (7/1).

Ia menyebutkan perkumpulan pencak silat tersebut mampu mengukuhkan setidaknya 80 warga (anggota) baru. “Belakangan pencat silat mulai menjadi magnet untuk menarik kalangan muda,” kata dia.

Menurut dia, pencak silat tak sekadar olahraga, tetapi saat masuk perkumpulan silat tersebut, setiap warga diajarkan untuk selalu mengedepankan budi pekerti luhur.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Persatuan Setia Hati Teratai (PSHT) telah memiliki lebih dari 2.000 anggota di seluruh Kabupaten Rembang, namun sebagian dari merka sudah tidak lagi aktif karena kendala pekerjaan.

Sri Winarti, warga PSHT lainnya berasal dari Desa Pancur, Kecamatan Pancur mengatakan meski fasilitas dan perhatian dari pemerintah sangat minim, proses regenerasi anggota di perkumpulannya tetap berlangsung.

Pihaknya kerap datang ke sekolah-sekolah. “Kebanyakan cabang olahraga pencak silat masuk ekstrakurikuler sehingga tak terlalu sulit untuk menjaring calon anggota baru,” kata dia.

Namun, kata dia, untuk menjadi warga tetap PSHT, diperlukan waktu hingga dua tahun, sebab organisasi memberlakukan ujian.

“Calon warga harus melewati tahapan dari sabuk polos, merah muda, hijau, putih kecil, dan terakhir sabuk putih besar sebelum menjadi warga tetap PSHT,” kata dia.

Menurut Sri, pencak silat mulai kembali dicintai setelah dua orang perwakilan dari perkumpulannya, masing-masing Risfandi dan Maryatun, berhasil tampil sebagai juara II dan III dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa tengah pada 2011 lalu.

“Selain ingin terus berprestasi dan mempersembahkan medali, pencak silat sebagai warisan leluhur harus diperjuangkan agar lestari,” kata dia. (Puji)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan