Produksi Padi 2012 Diramalkan Capai 234.186 Ton

Senin, 30 Januari 2012 | 08:47 WIB


KOTA – Produksi padi di Kabupaten Rembang pada 2012 diramalkan bakal mencapai 234.186 ton seiring bertambahnya luasan lahan sawah di daerah itu setahun ini.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang, Mulyono, Senin (30/1) mengatakan, tahun ini jumlah luasan produksi diperkirakan bertambah 3.424 hektare dibandingkan 2011 yang hanya mencapai 41.886 hektare.

“Kondisi cuaca sepanjang 2012 yang normal menjadi salah satu dasar angka ramalan (Aram) produksi padi tersebut. Apalagi, pada awal 2012, kebanyakan petani langsung melakukan tanam padi, berbeda dengan tahun sebelumnya yang didahului dengan menanam jagung terlebih dahulu,” kata dia.

Pihaknya optimistis dapat mencapai produksi padi sebagaimana angka ramalan tersebut. “Karena banyak kebijakan yang sudah disiapkan. Karena di tahun 2011 saja, produksi yang diperoleh melebihi dari target,” kata dia.

Ia menyebutkan, pada periode Januari-April 2012, produksi padi diramalkan mencapai 150.306 ton diperoleh dari 27.881 hektare lahan sawah petani dengan produktivitas 53,9 kuintal per hektare.

Namun, pada periode Mei-Agustus 2012, produktivitas padi sawah per hektare akan turun menjadi hanya 47,71 kuintal per hektare, diperoleh dari produksi sebesar 78.650 ton dari 16.485 hektare lahan sawah.

Produksi diprediksi akan mengalami penurunan drastis pada periode September-Desember 2012 yakni hanya mencapai 5.230 ton dari 944 hektare lahan sawah atau dengan produktivitas 55,40 kuintal per hektare.

“Dengan pergerakan angka ramalan yang bersumber dari data BPS Kabupaten Rembang tersebut, maka produktivitas rata-rata padi selama 2012 akan berkisar pada angka 51,69 kuintal per hektare, diperoleh dari produksi sebanyak 234.186 ton pada lahan seluas 45.310 hektare,” kata dia.

Ia juga menyebutkan, pada 2011, produksi padi hanya mencapai 207.771 ton diperoleh dari 41.886 hektare lahan dengan produktivitas rata-rata hanya 49,63 kuintal per hektare.

“Untuk mencapai target produksi padi pada tahun ini, akan ditempuh upaya pembangunan infrastruktur, distribusi pupuk bersubsidi lancar, bantuan pupuk cepat terealisasi, dan pengintensifan sekolah lapangan Sekolah Lapang-Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT),” kata dia.

Namun, tandas dia, angka ramalan tersebut bukanlah angka tetap (Atap) sehingga angka ini bisa berubah. “Kami juga masih akan membahasnya di internal dinas dalam waktu dekat,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan