Suporter Ketar-Ketir PSIR Tinggal Nama

Kamis, 25 Desember 2014 | 15:48 WIB

 

PSIR bertanding melawan Persipur Purwodadi di Stadion Krida Rembang pada kompetisi Divisi Utama musim lalu. (Foto:Pujianto)

PSIR bertanding melawan Persipur Purwodadi di Stadion Krida Rembang pada kompetisi Divisi Utama musim lalu. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Suporter PSIR mulai ketar-ketir dengan eksistensi tim kebanggaannya. Sebab, tim berjuluk Laskar Dampo Awang tersebut belum lepas dari persoalan ketidakjelasan pengelola klub, setelah kepengelolaan PSIR oleh PT Rembang Sportindo Mandiri habis masa berlakunya.

Suparman, pencinta PSIR asal Desa Ngadem Kecamatan Rembang mengaku tak ingin tim sepak bola kebanggaannya tinggal nama. Menurutnya akan sia-sia upaya semua pihak yang selama ini telah berjuang menaikkan derajat persepakbolaan di Rembang.

“Sangat disayangkan kalau nggak jelas begini. Saya pernah harus jauh-jauh mendukung PSIR saat berlaga di Purwakarta, Jawa Barat, sewaktu era Divisi II,” tuturnya.

Dia mendesak agar Pemkab Rembang tidak menutup mata dengan segera mengupayakan solusi. Setidaknya mencarikan “bapak asuh” atau sponsor kuat untuk PSIR.

Ketua Pengurus Cabang PSSI Rembang Wahyu Adi Hermawan mengaku sudah berupaya untuk meminta waktu kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Abdul Hafidz guna meminta arahan mengenai nasib PSIR.

“Namun masih belum bisa bertemu. Mungkin karena beliau sibuk. Tapi saya sudah titip surat dari PSSI untuk beliau, melalui ajudan. Saya masih berharap bisa bertemu,” kata Adi.

Menurut Adi, bagaimana pun, PSIR merupakan kebanggaan masyarakat Rembang dan memerlukan sumbang saran dari Pemerintah Daerah. Hanya memang pengelolaan klub profesional seperti PSIR, juga harus dilakukan secara profesional melalui badan hukum perseroan dengan pendanaan yang mumpuni.

“Saya juga sempat dikontak oleh beberapa mantan sponsor klub yang berminat lagi mendukung. Namun saya juga nggak bisa berbuat lebih banyak, karena pengelola klub belum jelas. Sementara di sisi yang lain, pendaftaran peserta kompetisi Divisi Utama sudah harus dilakukan Januari 2015,” tandasnya.

CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono dalam keterangannya di sejumlah media mengungkapkan, kompetisi Liga Super Indonesia akan mulai bergulir pada 1 Februari 2015 dan dilanjutkan dengan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015 pada 19 Februari 2015.

Joko juga mengungkapkan, pendaftaran pemain untuk Divisi Utama 2015, dibuka mulai 2 Januari sampai 28 Februari, dengan maksimal 30 pemain dan tak boleh ada pemain asing.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan