Atap Empat Rumah Warga Temperak Diterjang Lisus

Kamis, 19 Juni 2014 | 15:38 WIB
Kepala Desa Temperak Nursafi. (Foto:Pujianto)

Kepala Desa Temperak Nursafi. (Foto:Pujianto)

SARANG, MataAirRadio.net – Atap empat rumah warga di Dusun Cerbung Desa Temperak Kecamatan Sarang diterjang lisus, Rabu (18/6) tengah malam. Hujan deras disertai angin kencang melanda desa yang berada di pesisir pantai tersebut.

Empat rumah yang atapnya diterjang lisus masing-masing milik Nur Hasim, Adam Sutata, Sunarto, dan Rajimin. Kesemuanya berada di RT 7 RW 2 Dusun Cerbung. Kepala Desa Temperak Nursafi mengaku sudah mengecek secara langsung kerusakan atap rumah warga.

Menurutnya selain merusak sebagian atap rumah yang berasbes maupun genting, satu tiang antena televisi juga patah. Pihaknya belum akan mengajukan surat ke Pemerintah Kecamatan Sarang untuk mengupayakan bantuan bagi warga. Pihak kecamatan sendiri pun telah turun.

Nursafi juga mengatakan, sudah seminggu ini, musim ombak timuran terjadi di Perairan Sarang. Karena lokasi permukiman warga dekat laut maka sebagian masyarakat mengaku cemas jika ombak cukup tinggi seperti sekarang.

Menurut Kades, air laut juga sering pasang. Ancaman abrasi belum bisa sepenuhnya hilang dari Dusun Cerbung Desa Temperak. Sebagai satu bukti, bangunan penahan gelombang berupa bis beton sepanjang sekitar 200 meter telah kocar-kacir.

Namun hingga Kamis (19/6) siang, tampak pekerjaan pembuatan kembali bis beton penahan gelombang di kawasan yang sama. Panjangnya mencapai 250 meter. Hanya saja, Kades menyebut konstruksi yang kali ini lebih kuat karena bis ditanam dalam tanah dan diisi cor semen.

Sementara itu, berdasarkan pantauan, sedikitnya 25 rumah di sisi barat Desa Temperak Kecamatan Sarang masih rentan oleh abrasi. Sampai dengan Kamis (19/6) ini, kikisan telah memakan belasan meter tanah warga, sehingga makin dekat dengan permukiman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, selain bangunan batu penahan gelombang yang telah terpasang, belum ada lagi penambahan untuk penanganan abrasi di Temperak. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan