Tim Buser Buru Maling Truk Angkutan Ikan di Ketanggi

Jumat, 20 Juni 2014 | 16:56 WIB
Ajun Komisaris Polisi Joko Santoso, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang.

Ajun Komisaris Polisi Joko Santoso, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang.

REMABNG, MataAirRadio.net – Tim Buru Sergap atau Buser dari Kepolisian Resor Rembang hingga Jumat (20/6) sore masih memburu pelaku pencurian satu unit truk spesialis angkutan ikan yang terparkir di dekat tempat cuci motor, di tepi jalan sebelah barat lapangan Desa Ketanggi Kecamatan Kota.

Truk bernomor polisi H 1950 FY diketahui raib dari parkiran di samping tempat cuci motor milik Sutikno, Rabu (18/6) malam kemarin. Truk ini ditinggal parkir begitu saja oleh pengemudinya yang bernama Johan, warga Desa Ketanggi.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengaku masih terus menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya sudah memeriksa korban dan sejumlah saksi untuk mengungkap kasus pencurian ini. Joko pun mengaku sedang mendalami kemungkinan keterlibatan residivis kambuhan.

Sembari melakukan penyelidikan, pihak kepolisian meminta kepada segenap masyarakat agar tidak sembarangan menaruh harta bendanya. Apalagi tanda adanya pengaman dan dilakukan menjelang bulan Puasa.

“Mohon doanya saja dan masyarakat juga harus menciptakan keamanan lingkungan dan tempat tinggalnya masing-masing. Jangan teledor menaruh harta benda. Apalagi ini menjelang Puasa,” katanya.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan bahwa truk milik warga Desa Ketanggi yang kini menjadi bos supplier di Juwana itu diparkir di samping barat tempat cuci motor milik Sutikno, sejak Rabu (18/6) jam lima sore.

Saat ditinggal, pintu truk dalam keadaan terkunci. Namun menjelang tengah malam, truk diketahui hilang. STNK dan buku kir yang disimpan di bagasi truk pun otomotatis turut raib.

“Sebelum kejadian itu, sebenarnya ada beberapa kali kasus pencurian terhadap sejumlah piranti truk seperti aki. Namun kejadian itu dicueki saja oleh sopir dan pemiliknya,” kata Wanto, warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan