Gara-gara Garam, Legiman Bacok Tetangga

Selasa, 15 September 2015 | 17:34 WIB

 

Ilustrasi (Foto: metrotvnews.com)

Ilustrasi (Foto: metrotvnews.com)

 
LASEM, mataairradio.com – Diduga tersulut emosi, seorang warga Desa Soditan Kecamatan Lasem, nekat membacok tetangganya sendiri. Polisi pun tidak sampai kesulitan menangkap pelaku yang diketahui bernama Legiman (54) warga RT 5 RW 4.

Menurut Kanitreskrim Polsek Lasem Aipda Edi Sismanto, awalnya Legiman menuduh Ari Nurcahyo telah mengganggu kelancaran usaha pelaku. Tuduhan itu antara lain berdasar pada temuan banyak garam di sekitar warung Legiman. Hingga akhirnya pelaku mendatangi Ari dan membacoknya dengan parang.

“Tersangka menyesal setelah membacok korban, tetapi kami tetap melanjutkan proses hukumnya,” terangnya ketika dihubungi mataairradio.

Selasa (15/9/2015) pagi, polisi masih memeriksa Legiman dan menjebloskannya ke dalam sel tahanan. Sementara Ari, masih dirawat di Puskesmas Lasem, akibat luka bacok di kepala bagian kiri-atas. Kanitreskrim mengaku masih menunggu hasil visum dari dokter atas luka korban.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan parang yang dipakai pelaku untuk membacok korban. Menurut Edi, polisi akan menjerat Legiman dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, yang ancaman hukumannya maksimal dua tahun delapan bulan penjara.

“Kami kenai Pasal 351. Iya, kami tahan. Soal luka, kami masih menunggu visum dari dokter,” jelasnya.

Kapolsek Lasem AKP Eko Budi Sulistyo mengaku sedang berada di Semarang untuk lima hari ke depan, sehingga belum bisa memberikan tanggapan soal kemungkinan penyelesaian kasus ini secara damai, mengingat pelaku dan korban bertetangga, meski berbeda RT.

“Saya masih di Semarang. Pelatihan lima hari. Belum tahu soal kemungkinan itu (damai, red.),” ungkapnya.

Tetapi prinsipnya, kasus hukum itu, mesti diproses lebih lanjut sampai persidangan. Paling tidak agar pelaku jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pihaknya mengaku perlu mendalami motif lain di balik kasus pembacokan tersebut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan