Honorer K2 Rembang Ogah Ikut-ikutan Mogok Nasional

Senin, 14 September 2015 | 16:55 WIB
Ilustrasi (Foto: ekosuwirno.files.wordpress.com)

Ilustrasi (Foto: ekosuwirno.files.wordpress.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Tenaga honorer kategori II atau K2 di Kabupaten Rembang ogah ikut-ikutan melakukan mogok nasional yang dipusatkan di Jakarta pada 15-16 September ini. Mereka berdalih terkendala dana karena baru saja ganti kepengurusan.

Meski begitu, Ketua Forum Honorer K2 Rembang Paidi mengaku tetap berjuang agar mereka menyusul diangkat sebagai pegawai negeri sipil. Dia intensif berkomunikasi dengan anggota DPR RI asal Lasem Arwani Thomafi untuk ikut memperjuangkan aspirasi pihaknya.

“Kami juga akan berkomunikasi dengan kawan-kawan dari kabupaten lain di Jawa Tengah yang berangkat. Kami pastikan tidak berangkat ke Jakarta,” kata Paidi ketika dihubungi mataairradio.

Sebelumnya, hanya 201 honorer K2 di Rembang, yang diangkat menjadi PNS. Itu setelah mereka lolos seleksi. Adapun 335 honorer K2 di Rembang yang gagal seleksi, tak kunjung diangkat menjadi pegawai negeri sipil, setidaknya sampai Senin (14/9/2015) ini.

Sejak pengumuman honorer K2 yang lolos seleksi pada 11 Februari 2014, mereka yang tidak lolos, sempat diminta melakukan pemberkasan dan mengisi surat keterangan tanggung jawab mutlak (SKTM). Paidi yang merupakan staf honorer di SMA 2 Rembang tidak menyerukan ikut mogok bersama nasional.

“Kami tidak akan sampai se-ekstrem itu (mogok, red.). Sebab ini berkaitan dengan nasib belajar-mengajar anak-anak dan pendidikan di kabupaten ini,” ucap dia.

Honorer yang berasal dari Desa Ngemplak Kecamatan Lasem itu menambahkan, tenaga K2 yang belum diangkat, kebanyakan tidak lagi guru, tetapi tenaga tidak tetap atau staf tata usaha di sejumlah sekolah.

“Umur pengabdiannya beragam, ada yang sampai 20 tahun lebih,” tegasnya.

Tenaga honorer K2 adalah tenaga yang penghasilannya tidak dibiayai dari APBN/APBD, namun diangkat oleh pejabat berwenang dan bekerja di instansi pemerintah dengan masa kerja minimal 1 tahun pada 31 Desember 2005, serta usianya mencapai 19 tahun dan tak lebih dari 46 tahun per 1 Januari 2006.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. Siti khatija

    Februari 18, 2016 at 8:17 am

    KISAH NYATA PNS

    Bpk Drs Warli, M.Si No Hp
    085-313-330-576

    4 Kali Gagal di Seleksi CPNS Membuatku Semakin Termotivasi dan Akhirnya Berhasil
    Sampai sekarang PNS adalah profesi yang sangat diidam-idamkan oleh kebanyakan orang di Indonesia. Terbukti, setiap kali pemerintah membuka pendaftaran CPNS, peserta yang mendaftar selalu membludag.
    Menjadi PNS memang nikmat sekali rasanya. Wajar jika ribuan orang rela berdesak-desakan demi mendapatkan kursi PNS.
    Saya Akan Berbagi Cerita Nyata Dengan Kalian Semua.
    Mohon maaf mengganggu waktu dan rutinitas ibu/bapak,saya cuma bisa menyampaikan melalui KOMENTAR ini dan semoga bermanfaat, saya seorang honorer baru saja lulus jadi PNS tahun 2015 yang lalu, dan Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di SD Negeri 1 Cilacap, Sudah 12 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, namun hasilnya nol bahkan saya sempat putus asah, namun teman saya memberikan no tlp Bpk Drs Warli, M.Si beliau selaku (Kepala Biro Kepegawaia dan Kerjasama antar Lembaga)di BKN PUSAT. saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau yang sudah mau membantu saya, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya anda bisa,Hubungi Bpk Drs Warli, M.Si no HP Beliau: 085-313-330-576 siapa tahu beliau masih bisa membantu anda untuk mewujudkan impian anda menjadi PNS.
    Sedikit Tambahan Bahwa tanggal 02 Desember 2015 kemarin saya melakukan komunikasi pembiciraan kepada beliau untuk bisa meluluskan adik saya sebagai CPNS ke PNS.
    Memang Pemerintahan Sudah mengeluarkan kebijakan mengejutkan, yakni melakukan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Selama 5 Tahun & Masalah Ini Sudah Saya Sampaikan Kepada Bpk Drs Warli, M.Si Beliau Hanya menyampaikan kepada saya selama kita masih berusaha maka di situ pasti ada jalan.,wassalam

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan