Pesan Wagub Jateng Saat Lepas Pemudik Motor Naik Kapal

Sabtu, 6 Mei 2023 | 13:47 WIB

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen melepas 1.083 orang pemudik motor kembali ke Jakarta, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (25/4/2023). (Foto: mataairradio.com/Humas Pemprov Jateng)


SEMARANG, mataairradio.com –
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen melepas 1.083 orang pemudik motor kembali ke Jakarta, di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (25/4/2023). Para pemudik motor tersebut diangkut menggunakan KM Dobonsolo secara gratis.

Wagub berpesan agar para pemudik selalu menjaga kesehatan dan keselamatan, sampai di lokasi tujuan masing-masing.

“Karena perjalanan kapal laut dari Semarang ke Jakarta tidak sebentar, saya titip dijaga kesehatannya. Semoga perjalanan kali ini lancar, aman, dan selamat sampai tujuan,” kata Gus Yasin, sapaan wagub, dalam sambutannya.

Menurutnya, animo pemudik melalui jalur laut terbilang tinggi. Berdasar laporan yang didapat, jumlah pemudik motor melalui pelabuhan Tanjung Emas pada 25 April sebanyak 1.083 orang, dan pada 28 April diperkirakan sebanyak 2.441 orang penumpang.

Hal itu, beber Gus Yasin, sangat berimbas pada penggunaan jalur darat. Dengan begitu, tingkat kecelakaan sepeda motor dapat ditekan saat arus mudik maupun balik.

“Sehingga risiko kecelakaan di jalan itu bisa kita tekan. Dan alhamdulillah bisa mengurai kemacetan lalu lintas,” imbuhnya.

Saat pelepasan, wagub juga mengecek kesiapan petugas serta penumpang. Ia menyempatkan diri menaiki kapal dan berbincang dengan beberapa penumpang.

Kepala KSOP Tanjung Emas Semarang, Herwanto, mengatakan, fasilitas mudik gratis diselenggarakan untuk membantu menekan angka kemacetan saat mudik maupun balik.

“Kegiatan Mudik Gratis Sepeda Motor Naik Kapal Laut ini, adalah sebagai upaya untuk mengalihkan kepadatan pemudik dengan sepeda motor. Pemudik sepeda motor ini sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” kata Herwanto.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan