Dua Tewas Akibat Kecelakaan di Depan Ramayana

Senin, 20 April 2015 | 14:56 WIB
Mobil Bis Pariwisata yang

Bus pengangkut peziarah yang terlibat kecelakaan di bilangan Jalan Diponegoro wilayah Desa Tasikagung Rembang, Minggu (19/4/2015) malam. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dua orang tewas akibat kecelakaan di Jalur Pantura, depan Apotek Ramayana, bilangan Jalan Diponegoro wilayah Desa Tasikagung Kecamatan Rembang, Minggu (19/4/2015) malam sekitar pukul 23.45 WIB.

Korban yang bernama Tono (21) warga Jatimudo dan Muh Dhory (18) warga Pedak Kecamatan Sulang, ditabrak bus pariwisata yang mengangkut peziarah.

Menurut keterangan Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail, korban menunggang Mio K 3767 NM melaju dari arah barat ke timur, tetapi tiba-tiba berjalan zig-zag.

“Dhory yang mengendarai, sedangkan Tono membonceng,” terangnya.

Bus yang melaju dari arah berlawanan sudah berusaha menghindar ke kiri, namun tetap tertabrak. Korban tewas seketika akibat menderita luka parah.

Polisi yang kemudian tiba di tempat kejadian sempat kesulitan mengungkap identitas korban karena minim petunjuk. Hanya ponsel yang ditemukan.

Salah satu nomor di ponsel yang kemudian dihubungi, ternyata merupakan istri pemilik motor. Yang bersangkutan langsung panik karena dikira suaminya.

“Ternyata sepeda motor yang dipakai korban itu milik temannya, warga Tasikagung. Ponselnya juga milik yang punya motor itu. Waktu kami hubungi, istri pemilik motor dan ponsel itu yang menyambung. Langsung panik dan sempat buat geger di kamar jenazah,” katanya.

Iptu Muhammad Ismail juga menuturkan, identitas lengkap kedua korban tewas baru komplet sekitar pukul 05.30 hari Senin (20/4/2015) ini. Dia langsung menghubungi kepala desa dari asal masing-masing korban.

“Jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya, Senin (20/4/2015) pagi.

Polisi menambahkan, menurut informasi yang dihimpun, kedua korban yang merupakan nelayan ini, diduga hendak pulang dari salah satu kafe di bilangan Kota Rembang.

“Dari mulut korban tercium bau alkohol, tetapi kami tidak bisa memastikan yang bersangkutan dalam keadaan mabuk atau tidak,” katanya.

Saat kejadian, polisi pun memastikan bahwa arus lalu lintas tidak sedang padat alias cenderung sepi. Jalan pun terang karena penerangan tersedia cukup.

“Sopir bus bernomor polisi AA 1414 ED, Ade Sukmana (37) warga Cibeber Cimahi kami amankan dan belum akan ditetapkan sebagai tersangka,” imbuh dia.

Kanitlaka menyatakan, kedua korban akan diupayakan santunan dari Jasa Raharja.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan