Sudah Dianggarkan, Lima Proyek Infrastruktur Gagal Terlaksana

Rabu, 23 November 2016 | 21:27 WIB
Kepala Bappeda sekaligus Pj Sekda Rembang Hari Susanto (kiri) berbincang dengan Bupati Abdul Hafidz pada musyawarah rencana pembangunan kecamatan dalam rangka menyusun RKPD tahun 2016 Kecamatan Sarang, Selasa (2/2/2016). (Foto: mataairradio.com)

Kepala Bappeda sekaligus Pj Sekda Rembang Hari Susanto (kiri) berbincang dengan Bupati Abdul Hafidz pada musyawarah rencana pembangunan kecamatan dalam rangka menyusun RKPD tahun 2016 Kecamatan Sarang, Selasa (2/2/2016). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Lima proyek infrastruktur yang telah dianggarkan pada tahun 2016 di Kabupaten Rembang dipastikan gagal terlaksana tahun ini lantaran berbagai sebab.

Lima proyek ini antara lain pembangunan ruang di RSUD dr R Soetrasno Rembang senilai Rp10 miliar yang tidak cukup waktu, lalu ruas Jalan Bitingan-Sutri-Tegaldowo senilai Rp3,2 miliar yang terkendala tenaga teknis.

Selain itu, Jalan Karas-Sambiroto senilai Rp2,4 miliar yang tidak cukup waktu, Jalan Gowak Kecamatan Lasem Rp0,8 miliar yang tidak menemui rekanan yang menawar, dan Jalan Kesambi-TPI Sarang Rp3,8 miliar yang tidak cukup waktu.

“Untuk proyek peningkatan Jalan Bitingan-Suntri-Tegaldowo dan satunya lagi peningkatan jalan penghubung Desa Karas-Sambiroto, kami tunda tahun 2017, tetapi lelang tahun ini,” ungkap Bupati Rembang Abdul Hafidz saat sesi jumpa pers pada Rabu (23/11/2016).

Menurutnya, ada sejumlah skenario yang disiapkan oleh Pemkab Rembang pada tahun depan guna pengerjaan proyek yang gagal terlaksana di tahun ini, misalnya peningkatan Jalan Gowak, yang anggaran akan ditambah menjadi Rp1,5 miliar.

“Sebab, salah satu alasan tidak adanya rekanan yang menawar di LPSE adalah lantaran kondisi medan pegunungan sehingga truk material tidak berani masuk ke sana,” terangnya.

Sementara, peningkatan Jalan Kesambi menuju TPI Sarang juga akan ditambah anggarannya sehingga menjadi Rp12,5 miliar untuk keseluruhan jalan di lokasi itu.

“Secara keseluruhan, tahun ini ada 113 paket pengadaan barang dan jasa yang masuk mekanisme kontraktual. Dari jumlah itu, 99 di antaranya saat ini sudah terlelang. Sisanya, 14 paket sedang dalam tahap menuju lelang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan