Peringati Harlah, Fatayat Rembang Kirim Doa untuk Muassis dan Raden Ayu Kartini

Minggu, 24 April 2022 | 19:27 WIB

Ketua PC Fatayat NU Rembang Raabiatul Bisyriyah Sybt (Ning Iyah) bersama istri Wakil Bupati Rembang Siti Halimatussa’diyah (Ning Diyah) seusai potong tumpeng, saat Acara Peringatan Harlah Fatayat NU ke-72 Tahun dan Hari Kartini 2022, pada Ahad (24/4/2022) sore. (Foto: Mukhammad Fadlil)


REMBANG, mataairradio.com –
Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Rembang menggelar doa bersama untuk muassis atau pendiri Fatayat NU serta Pahlawan Wanita Raden Ayu Kartini, Ahad (24/4/2022) sore.

Rangkaian acara yang di gelar di kediaman KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus itu diantaranya yakni khataman Al Qur’an, tahlil untuk muassis Fatayat NU dan RA Kartini, sekaligus buka bersama.

Dalam acara itu, tampak dihadiri oleh istri Wakil Bupati Rembang, Siti Halimatussa’diyah dan diikuti sejumlah anggota Fatayat NU Rembang.

Ketua PC Fatayat NU Rembang Raabiatul Bisyriyah Sybt (Ning Iyah) menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka untuk memperingati hari lahir atau harlah Fatayat NU yang ke-72 tahun.

“Acara ini digelar serentak di sembilan anak cabang Fatayat Rembang, dalam rangka memperingati harlah dan hari Kartini 2022. Karena acara digelar sore hari jadi sekaligus buka bersama untuk kebersamaan keluarga besar PC Fatayat NU Rembang,” terang Ning Iyah, putri ke-4 Gus Mus.

Ning Iyah menambahkan, selaras dengan momen peringatan Hari Kartini, pihaknya berharap seluruh kader Fatayat NU Rembang dapat meneladani RA Kartini dalam mencerdaskan kaum perempuan.

“Ini kan masih momen Hari Kartini, dengan kirim doa untuk muassis dan Ibu Kartini semoga kita dapat meneladani syukur-syukur meniru semangat beliau dalam mencerdaskan perempuan,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan