Massa Tong-tong Klek di Rembang Bentrokan Saling Pukul

Senin, 25 April 2022 | 00:17 WIB

Foto tangkap layar video aksi bentrokan oleh sejumlah massa tong-tong klek di Jalan Dr Wahidin Rembang yang viral di media sosial.

REMBANG, mataairradio.com – Sebuah rekaman video durasi 30 detik yang berisi tentang aksi tawuran massa tong-tong klek di Kabupaten Rembang, menjadi viral di sejumlah media sosial.

Video yang menggambarkan aksi tawuran oleh puluhan pemuda, itu terjadi di dekat Perempatan Jaeni, di Jalan Dr. Wahidin, Rembang, pada Sabtu (23/4/2022) tengah malam. Tak diketahui pasti apa sebab  bentrokan itu.

Kepala Polres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan membenarkan, telah terjadi insiden bentrokan oleh massa tong-tong klek, pada Rabu (23/4/2022) tengah malam itu.

Dijelaskannya, hingga Ahad (24/4/2022) siang, polisi masih mendalami kasus yang menimbulkan keributan pada malam Ramadan itu. Polisi juga sedang menyelidiki sejumlah nama yang terlibat.

“Kejadiannya benar, kita masih lidik kejadian dan para pelakunya,” jelasnya.

Kapolres Dandy menambahkan, dari kasus bentrokan oleh massa tong-tong klek, polisi mengamankn satu kendaraan pikap, lengkap dengan satu perangkat sound system, dan beberapa kentongan bambu.

“Untuk mobil sound system sedang diamankan di Satlantas dan dilakukan penilangan,” imbuhnya.

Sementara itu, di kesempatan terpisah, Wakil Bupati Rembang M Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) mengatakan, untuk menjaga kamtibmas di wilayah nya, pihaknya meminta kepolisian untuk lebih memberikan pengamanan. Terutama pada malam hari, ketika grup-grup musik mulai berkeliling.

Menurut Wabub Hanies, peristiwa bentrokan yang terjadi pada Sabtu malam, bukan dari grup tong-tong klek, tetapi dari grup musik keliling yang memutar lagu-lagu dengan sound system.

“Kita akan minta pihak terkait dalam hal ini kepolisian untuk memberi pengamanan lebih. Terutama pada malam hari, pada saat grup-grup musik ini berkeliling. Saya kira ini bukan grup tong-tong klek tapi grup musik keliling. Itu yang pakai sound dan mp3, bukan grup tong-tong klek,” terangnya.

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editro: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan