Papan Informasi Proyek Desa Tidak Dipasang Dipertanyakan

Thursday, 21 July 2016 | 14:15 WIB
Pembangunan infrastruktur desa di wilayah Kecamatan Kragan pada 2015. (Foto: mataairradio.com)

Pembangunan infrastruktur desa di wilayah Kecamatan Kragan pada 2015. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian besar desa di Kabupaten Rembang terpantau tidak memasang papan kegiatan pembangunan infrastruktur di desa setempat, sehingga berkesan kurang transparan.

Pada saat ini, hampir semua desa sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan drainase dengan menggunakan dana desa, tetapi tidak banyak yang memasang papan informasi pekerjaan.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Ilyas membenarkan adanya kenyataan tersebut, meskipun setidaknya hingga Kamis (21/7/20016) belum ada warga yang secara langsung mengadu kepadanya terkait hal itu.

“Kasak-kusuk mengenai warga yang mempertanyakan tidak adanya papan proyek, memang saya dengar. Tetapi belum ada yang sampai melapor atau mengadu atau beraudiensi dengan kami. Ini jadi perhatian,” katanya.

Ia berencana memanggil pihak Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Rembang dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) setempat untuk meminta penjelasan terkait hal itu.

“Kami berharap memang, desa memasang papan proyek sebagai bentuk transparansi. Kalau sekarang dana desa atau pembangunan di desa sudah berjalan 50 persen, tidak ada kata terlambat untuk memasang,” tegasnya.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Kabupaten Rembang Akhsanudin menyatakan sudah sempat memberikan imbauan kepada pemerintah desa agar memasang papan informasi proyek di kegiatan pembangunan yang mereka lakukan.

“Kalau kenyataannya sebagian besar desa belum memasang papan informasi proyek, maka tugas Pak Camat untuk memantau dan mengevaluasi selaku yang sudah diberikan kewenangan oleh Bupati,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Rembang Jidan Gunorejo mengonfirmasi masih adanya sebagian desa yang tidak memasang papan informasi proyek, tetapi persoalan transparansi pembangunan diyakininya sudah.

“Kalau pun papan informasi proyek di desa belum dipasang, setidaknya APBDes sudah disampaikan oleh tiap kepala desa kepada BPD. Ada juga seperti di desa kami (Menoro, red.) yang sudah transparan melalui website,” katanya.

Sesungguhnya ia mengaku berharap kepada setiap desa agar memasang papan informasi proyek infrastruktur, sebagai antisipasi prasangka buruk dari masyarakat dan sebagai perwujudan semangat transparansi dana desa.

Meskipun menurutnya, dalam ketentuan perundang-undangan tidak ada kewajiban bagi desa untuk memasang papan informasi proyek yang dibiayai dana desa.

“Saya kira, tidak perlu menunggu tahun depan untuk mengingatkan desa yang tidak memasang papan informasi kegiatan, tetapi pada sisa pelaksanaan dana desa tahun ini, papan informasi itu bisa disusulkan,” pungkasnya.

Pada tahun 2016, Pemerintah Pusat mengucurkan dana desa total Rp179 miliar bagi 287 desa di Kabupaten Rembang. Desa-desa juga masih mendapat alokasi dana desa yang totalnya Rp82 miliar serta dana bagi hasil pajak dan retribusi total Rp6 miliar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan