Calon Kades Petahana Bertumbangan di Pilkades

Rabu, 30 November 2016 | 23:51 WIB
Sami, calon kepala desa peraup suara terbanyak di Pilkades Karanganyar Kecamatan Kragan mengungguli calon petahana Kusaeri, hendak diarak oleh para pendukungnya, Rabu (30/11/2016) sore. (Foto diambil dari akun facebook Riqi Liyan)

Sami, calon kepala desa peraup suara terbanyak di Pilkades Karanganyar Kecamatan Kragan mengungguli calon petahana Kusaeri, hendak diarak oleh para pendukungnya, Rabu (30/11/2016) sore. (Foto diambil dari akun facebook Riqi Liyan)

 

REMBANG, mataairradio.com – Calon kepala desa petahana atau incumbent bertumbangan karena gagal meraup suara terbanyak di Pilkades, Rabu (30/11/2016).

Kades petahana yang gagal pada Pilkades antara lain Kusaeri (Karanganyar-Kragan), Darmudi (Sumbergayam-Kragan), Turmudi (Narukan-Kragan), Abdul Hadi (Terjan-Kragan).

Selain itu, juga Suparman (Logede-Sumber), Sumardi (Mojowarno-Kaliori), Bambang Siswanto (Gunem), Suhartono (Tulung-Pamotan), dan Ali Ahmadi (Bangunrejo-Pamotan).

Adapun petahana yang terpilih lagi di antaranya Sukirno (Krikilan-Sumber), Sukarno (Logung-Sumber), Tulus Priyo P (Sluke), Bathi (Banggi-Kaliori), dan Eko Sugeng Waluyo (Pandangan Wetan-Kragan).

Selain itu, juga Nasuka (Pedak-Sulang), Zuhri (Tritunggal-Rembang), dan Sodik (Gedangan-Rembang).

Selebihnya, calon kades petahana baik yang gagal maupun yang kembali terpilih, belum terpantau secara menyeluruh.

Pilkades serentak diikuti oleh 43 desa dengan rincian tiga desa di Kecamatan Rembang, Lasem (2), Sluke (1), Kragan (7), Sarang (3), Sedan (4), Sale (3), Pamotan (5), Pancur (2), Bulu (1), Gunem (3), Sulang (1), Sumber (3), dan Kaliori (5).

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan masyarakat saat ini sudah dewasa dalam berdemokrasi, sehingga pelaksanaan pilkades berjalan aman dan tertib sesuai yang diharapkan.

“Saya kira masyarakat saat ini sudah semakin maju dan sudah dewasa dalam hal demokrasi. Apalagi, ini adalah proses pendidikan politik dan berdemokrasi di tingkat desa, yakni memilih seorang pemimpin,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan