Santri Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa di Bak

Kamis, 1 Desember 2016 | 11:58 WIB
Tim Inafis dari Polres Rembang yang dipimpin oleh Ipda Agus Saptono melakukan olah TKP penemuan mayat di bak penampungan air di kawasan Pesantren Al-Barkah Dukuh Santren Desa Sulang Kecamatan Sulang, Kamis (1/12/2016) pagi. (Foto: mataairradio)

Tim Inafis dari Polres Rembang yang dipimpin oleh Ipda Agus Saptono melakukan olah TKP penemuan mayat di bak penampungan air di kawasan Pesantren Al-Barkah Dukuh Santren Desa Sulang Kecamatan Sulang, Kamis (1/12/2016) pagi. (Foto: mataairradio)

 

SULANG, mataairradio.com – Seorang santri ditemukan dalam kondisi mengapung meninggal dunia di bak penampungan air di komplek Pondok Pesantren Al-barkah Dukuh Santren Kecamatan Sulang, Kamis (1/12/2016) pagi.

Saat pertama kali ditemukan sekitar pukul 06.30, santri yang diketahui bernama M Arif Saefudin (14) berasal dari RT 8 RW 3 Desa Banyurip Kecamatan Gunem, masih memakai sarung. Arif ditemukan oleh teman sesama santri.

Kepala Polsek Sulang AKP Haryanto mengungkapkan, Arif masih diketahui berolahraga bersama di lokasi pesantren pada sore hari, tetapi tidak kehilatan lagi selepas magrib, sewaktu jam mengaji.

Menurut Kapolsek, teman sesama santri dan pihak pesantren mengira Arif yang juga sekolah di SMP Negeri 1 Sulang, pulang ke rumah orang tuanya, mengingat jarak Sulang dengan Desa Banyurip terbilang tidak terlalu jauh.

“Pagi tadi ditemukan mengapung, masih pakai sarung, oleh temannya sesama santri yang sedang mengambil air di bak. Mungkin saja, ia terjatuh setelah terpeleset ke dalam bak, tenggelam, dan akhirnya meninggal,” ungkapnya.

Haryanto menggambarkan, bak penampungan air ini berukuran panjang 2,8 meter, lebar2,8 meter, tinggi 2,2 meter, dan ketinggian air 1,6 meter. Diduga, korban menggayuh air yang berjarak 0,6 meter dari posisi setengah jongkok.

“Mengenai penyebab secara pasti, kami masih melakukan penyelidikan. Namun, dari pemeriksaan dokter Sucahyo dari Puskesmas Sulang, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban,” katanya.

Pihak Polsek Sulang bersama Tim Inafis dari Polres Rembang juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tetapi keluarga dari korban tidak menghendaki adanya autopsi.

“Kami sudah langsung menghubungi pihak keluarga dan kepala desanya mengenai kejadian ini. Tadi keluarga menyatakan tidak berkenan ada autopsi dan ingin korban segera dimakamkan. Saya merapat ke rumah duka,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan