Wilayah Perbukitan Gunung Butak Terancam Longsor

Sabtu, 14 Januari 2012 | 12:58 WIB
SALE – Sejumlah titik di perbukitan Gunung Butak di Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang mulai menunjukkan ancaman longsor, bahkan di Desa Tengger, tanah gerak sudah membuat badan jalan yang menghubungkan antardusun Kemloko – Kerep di desa itu ambles.

“Tanah di jalan itu ambles hingga separuh badan jalan, sepanjang mencapai 15 meter. Kami sudah melaporkan kejadian ini ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Rembang,” kata Camat Sale, Sunarto saat dihubungi dari Rembang, Sabtu (14/1).

Sunarto melaporkan hingga Sabtu (14/1) siang warga setempat masih berupaya melakukan tindakan darurat. “Warga masih berupaya membersihkan material longsoran dan menahan sejumlah rajek bambu untuk menahan badan jalan yang lain, agar tak terjadi longsor susulan,” kata dia.

Akibat jalan yang ambles ini, kata dia, kendaraan roda empat tak bisa melintas di jalan desa tersebut. “Jalan yang semula selebar 2,5 meter ambles separuhnya sehingga pihak kecamatan terus mengimbau warga yang tinggal di kaki Gunung Butak agar lebih waspada,” kata dia.

Selain di Desa Tengger, pihak Kecamatan Sale juga mewaspadai kemungkinan longsor di tebing Desa Pakis dan Bitingan.

Di Desa Pakis, lanjut Sunarto, titik paling rawan berada tak jauh dari bekas penambangan tradisional yang ditutup baru-baru ini. Lokasinya yang berada dekat pemukiman, kata dia, sangat membahayakan penduduk.

“Ancaman longsor serius berada di Desa Bitingan. Ada tujuh keluarga yang tinggal persis di bawah bukit yang ada retakan tanahnya. Jika hujan deras terus mengguyur, kami khawatir tebing itu longsor sewaktu-waktu,” kata dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang, Suharso, mengimbau warga secara mandiri mendeteksi dini potensi tanah longsor di desanya.

Cara termurah, menurut dia, warga bisa memasang tiang bambu di lokasi retakan tanah. Saat hujan deras mengguyur wilayah perbukitan, warga tinggal memantau keberadaan tiang bambu tersebut.

“Jika tiang bambu bergeser karena retakan tanah semakin lebar, warga kami imbau segera mengungsi sementara,” kata dia.

Imbauan ini, imbuh dia, diberikan lantaran banyak warga yang tinggal di kaki bukit enggan pindah, sementara meski tingkat kerawanan tinggi saat musim hujan. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan