Tiga Perahu Nelayan Pendok Rusak Diterjang Ombak

Sabtu, 14 Januari 2012 | 12:57 WIB
SLUKE – Tiga perahu milik nelayan warga Dusun Pendok Desa Manggar, Kecamatan Sluke rusak akibat diterjang ombak saat ditambatkan di pantai setempat, Sabtu (14/1).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Sabtu (14/1), perahu milik Tukin, Warnaji, dan Sulaiman terseret ombak sehingga rusak. Kerusakan terparah dialami oleh perahu milik Tukin yang nyaris tidak bisa terpakai lagi.

Tukin bahkan dilaporkan sudah memutilasi perahunya untuk dijual kembali dan laku sekitar Rp800.000, padahal perahu tersebut bisa berharga Rp10juta hingga Rp15 juta jika tidak rusak.

Seorang nelayan warga Dusun Pendok Desa Manggar, Parwi menuturkan ombak mengganas setiap malam hingga dini hari. “Ombak disertai tiupan angin kencang mengakibatkan perahu yang ditambatkan di pinggir laut saling bertabrakan sehingga rata-rata perahu pecah pada bagian samping dan depan,” kata dia.

Menurut dia, jika pun nelayan nekat memperbaiki perahunya, mereka harus mendatangkan tenaga ahli dari wilayah Desa Pandangan Kecamatan Kragan. “Namun, jika perahu sudah mengalami kerusakan parah, perahu tersebut bisa langsung dijual, seperti milik Tukin,” kata dia.

Nelayan lainnya, Warsadi mengatakan akibat ancaman ombak besar yang mengancam perahu-perahunya, warga setempat kerap berjaga pada malam hari dengan mendirikan gubuk sebagai pos pantau.

“Kami jarang tidur kalau malam. Sebab, kebanyakan warga pemilik perahu memilih berjaga terhadap kemungkinan perahu terseret ombak,” kata dia.

Ia menyebutkan langkah termudah untuk mengamankan perahu yang telah ditambatkan antara lain dengan mengencangkan tali jangkar. “Jika diperlukan, nelayan akan menambahkan kait tambatan dari beberapa sisi perahu agar lebih kuat,” kata dia.

Warsadi berharap perahu yang menjadi sumber ekonomi keluarganya tidak sampai dirusak ombak ekstrem yang berlangsung selama musim angin baratan kali ini.

“Selain di desa kami, sejumlah perahu nelayan yang ditambatkan di pantai Desa Leran, Pangkalan, dan Sendangmulyo juga mendapat ancaman yang sama, sehingga mereka meningkatkan kewaspadaan,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan