Warga Pertanyakan Kejelasan Pengelolaan Pasar Kambing Plawangan

Rabu, 5 September 2012 | 08:24 WIB
Pasar Kambing di Desa Plawangan, Kecamatan Kragan. (Foto: Arif Bachtiar)

KRAGAN, mataairradio.net – Pasar kambing di Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, hampir selalu ramai setiap Sabtu (pasaran, red.). Namun hingga kini pengelolaan pasar tersebut tidak jelas. Apalagi pasar tersebut menempati lahan pribadi warga.

Pemilik lahan yang dipakai untuk pasar itu, Didik kepada mataairradio.net, Rabu (5/9), mengaku terpaksa mengalah lantaran tidak ingin berkonflik dengan pedagang. “Sejak pasar kambing itu sudah tak lagi menempati tanah desa, para pedagang menempati begitu saja lahan di sekitar tanah saya dan kemudian memakai tanah saya,” katanya.

Ia berharap, pemerintah desa atau pihak yang berwenang untuk menangani persoalan ini. “Sebab, meski menempati tanah milik saya, tidak sepeserpun retribusi yang saya terima. Yang memungut retribusi siapa? Tidak jelas,” ujarnya.

Kepala Desa Plawangan, Akhmadi ketika dikonfirmasi menjelaskan, belakangan, pasar tersebut memang menempati tanah milik warga setempat. Pihak desa pun sejauh ini belum memiliki solusi.

“Dulu, pasar kambing itu memang sempat menempati tanah milik desa. Namun, pasar itu lantas digusur karena lahan pasar akan ditempati untuk Puskesmas. Puskesmas itu pun juga lantas pindah dan tanah eks pasar itu kini digunakan untuk pendirian Balai Desa Plawangan,” jelasnya.

Ia membenarkan, setiap pasaran, selalu ada pihak yang memungut retribusi dari sejumlah pedagang yang ada di pasar tersebut. “Namun bukan pihak desa yang menariknya. Tapi orang tertentu dan yang jelas bukan pula dari Pemkab Rembang,” kata dia.

Ia mengaku, pihak desa sebenarnya masih memiliki rencana untuk kembali memindahkan pasar kambing tersebut ke tanah desa. “Namun, sejauh ini desa belum mampu mengadakan tanah itu,” katanya seraya berharap pemerintah kabupaten setempat bisa turun tangan untuk membantu penyelesaian masalah ini. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan