Ulah HNC Picu Kredit Macet

Kamis, 23 Februari 2012 | 07:03 WIB


SUMBER – Badan Pengawas Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber menemukan tunggakan pembayaran angsuran kelompok simpan pinjam yang dikelola perempuan sebesar Rp93 juta selama Januari 2012, dan diduga dipicu ulah Sekretaris UPK kecamatan setempat berinisial HNC.

“Dari laporan keuangan UPK Kecamatan Sumber periode Januari 2012, kami temukan adanya tunggakan pembayaran angsuran dari sejumlah kelompok SPP hingga Rp93 juta. Sebagian dari tunggakan itu berasal dari sembilan kelompok yang berkaitan dengan HNC,” kata Ketua Badan Pengawas UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber, Gunanto, Kamis (23/2).

Sembilan kelompok tersebut adalah Kelompok Arisan RT II 3 RW III, Dahlia II, Muslimat II, Anggrek RT 3 RW 4, Anyelir II, Tahlil III, Arisan RT 3 RW III, Yasinan RT 3 RW IV, dan Katering II, semuanya di Desa Sumber, Kecamatan Sumber.

Berdasarkan hasil audit investigatif Badan Pengawas UPK Kecamatan Sumber per November 2011, HNC diduga telah menyelewengkan dana SPP hingga Rp175 juta dari sembilan kelompok itu, namun ketika kasus ini mulai diusik, Sekretaris UPK yang menyatakan mundur dari jabatannya pada 16 Desember 2011 itu mengembalikannya sebagian sehingga tinggal tersisa Rp75 juta.

Sampai dengan Januari 2012, jumlah kelompok simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP) di Kecamatan Sumber sebanyak 229 kelompok, dan sebanyak 37 kelompok di antaranya berada di Desa Sumber, kecamatan setempat.

“Sembilan kelompok tersebut hanya mengangsur sebagaimana pencairan yang mereka terima, tidak termasuk dengan yang diselewengkan HNC, sehingga di laporan muncul kekurangan pembayaran. Jika kejadian seperti ini berlanjut, kami khawatir akan berdampak pada kelancaran pembayaran di kelompok lain,” kata dia.

Pihaknya beranggapan, persoalan HNC di UPK Kecamatan Sumber ini ibarat api dalam sekam. Jika tidak segera dikendalikan, bisa jadi akan merembet ke yang lain dan ini membahayakan kelanjutan program SPP. “Apalagi saat ini aset SPP di UPK Sumber sudah mencapai Rp4 miliar sejak program ini diluncurkan 2003 lalu,” kata dia.

Mengenai penuntasan kasus penggelapan pinjaman, pemalsuan dokumen dan tanda tangan, serta penyalahgunaan wewenang, Gunanto menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum.

“Bukti-bukti yang kami kantongi sudah sangat kuat. Kami tidak akan mundur. Persoalan ini harus tuntas demi keberlangsungan program ini,” kata dia menegaskan.

Ia tak menampik, banyak intimidasi yang dialamatkan kepadanya. Namun, baginya, itu sudah menjadi risiko sebuah pengungkapan kasus dan penegakan kebenaran. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan