Sakit, Kernet Truk Meninggal di Perjalanan

Kamis, 23 Februari 2012 | 03:06 WIB

SLUKE – Seorang kernet truk dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah perjalanan dari Surabaya menuju Semarang, atau sesampainya di jalur pantura wilayah Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, diduga karena sudah mengidap sakit sejak hendak berangkat, Rabu (22/2).

Kepala Polsek Sluke Ajun Komisaris Polisi Joko Purnomo mengungkapkan, kernet tersebut adalah Ade Supandi, 58 tahun, warga Dusun Duren RT 15 RW 5, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Peristiwa bermula ketika Ade nekat berangkat bersama Endang Suryana, 60 tahun, sopir truk bernomor polisi B 9050 PEU, menuju Semarang, meski kondisinya sedang tidak begitu sehat, Rabu (22/2) pagi.

Endang yang warga Dusun Cinider Desa Pasirmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, rajin menanyakan perkembangan kesehatan Ade sepanjang perjalanan. Hingga, Ade mengeluh sakit luar biasa ketika masuk wilayah pantura Kragan.

Sopir itu pun berhenti sejenak dan menanyakan letak rumah sakit terdekat begitu sampai di dekat RM Luwes Kragan kepada salah satu warga. Namun, Ade keburu pingsan sehingga dilarikan ke Puskesmas Sluke dan menghembuskan nafas terakhirnya saat hendak ditangani petugas medis.

“Melihat kejadian itu, petugas Puskesmas Sluke, Suwarto, langsung mengabarkan peristiwa tersebut ke Polsek setempat. Kami pun turun tangan,” kata dia.

Saat hendak ditolong di Puskemas Sluke, mulut Ade terbuka dan mengeluarkan busa, lubang hidung kanannya mengeluarkan lendir, serta matanya melotot. “Namun, tidak kami ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban,” kata Kapolsek.

Jenazah Ade pun dibawa ke RSUD dr R Soetrasno Rembang dan keluarganya baru mengambilnya pada Rabu (22/2) malam untuk dimakamkan. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan