Lubis Syukur Hampir Pasti Didepak

Sabtu, 21 Juli 2012 | 12:05 WIB

Aksi Lubis Syukur (kanan) pada sebuah pertandingan di kompetisi musim lalu. (Foto: Puji)

REMBANG – Striker PSIR musim lalu Lubis Syukur disinyalir tak direkomendasikan untuk diperpanjang kontraknya seiring minimnya kontribusi pemain asal Desa Papalang Batu Papan, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju Bara.

Apalagi menurut sumber suararembang, Sabtu (21/7), belum sembuhnya cedera ligamen yang diderita pemain bernomor punggung 10 itu, menguatkan kabar untuk memulangkan mantan pemain PSS Sleman itu.

Pelatih PSIR Haryanto mengatakan, pada musim 2012/2012 ini striker kelahiran Mamuju, 19 Oktober 1983 itu hanya mampu mengemas sebiji gol.

Menurutnya, itu sebagian bukti bahwa naluri pencetak gol pemain berusia 29 tahun itu semakin tumpul. “Sebagai seorang striker, seharusnya Lubis harus mampu mencetak lebih dari satu gol. Ketajaman dia di kotak penalti lawan semakin menurun, sehingga praktis kontribusi dia selama musim ini sangat minim sekali,” ujar dia.

Ia mengungkapkan, hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim pelatih selama musim ini kepada Lubis memang menunjukkan hasil negatif. Pihaknya juga sangat menyayangkan kualitas penampilannya.

Pasalnya kocek yang dikeluarkan untuk mendapatkan jasa pemain yang memiliki tinggi badan 173 cm itu cukup banyak menguras dana PSIR Rembang.

“Dengan gaji 10 kali lipat dari pemain lokal yang telah dikeluarkan manajemen, seharusnya dia mampu memberikan kontribusi lebih. Namun, selama musim ini praktis kontribusi Lubis kurang maksimal. Kami harus berpikir ulang untuk merekomendasikannya untuk dipertahankan musim depan,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, jika pun Lubis benar-benar didepak oleh manajemen, pihaknya mengaku telah mengantongi sejumlah nama pemain pengganti untuk menempati posisi yang akan ditinggalkan Lubis Syukur.

“Kami telah melakukan komunikasi dengan pemain muda luar daerah untuk menempati posisi yang ditinggalkan oleh Lubis dan Husen. Namun, untuk nama-nama pemain itu kami belum bisa memberitahu saat ini,” katanya.

Haryanto mengaku belum mengetahui perkembangan kondisi kesehatan Lubis Syukur sejak menjalani pemulihan cederanya, sehingga untuk memastikan perpanjangan kontraknya, pihaknya mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen.

“Jika pada musim depan kondisi fisiknya membaik, tentu kami akan membicarakan ulang dengan manajemen terkait perpanjangan kontrak Lubis. Namun, jika berkaca dari hasil evaluasi kami, Lubis memang berat untuk kami pertahankan musim depan,” imbuhnya.

Pada kesempatan terpisah, CEO PSIR Rembang PT Rembang Sportindo Mandiri (RSM), Charis Kurniawan mengatakan, pihaknya memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih untuk memilih siapa-siapa pemain yang patut dipertahankan dan dilepas musim depan.

Adapun untuk kepastian pengumuman perpanjangan kontrak, kata Charis, baru akan digelar pada akhir Agustus mendatang.

“Kami percayakan evaluasi pemain kepada tim pelatih, kami memang telah memberikan kewenangan kepada pelatih untuk memberikan rekomendasi pemain yang akan berlaga musim depan. Untuk kepastian kami harus menggelar pertemuan dengan manajemen dan tim pelatih terlebih dahulu. Untuk kepastian kontrak pemain mungkin akan kami gelar pada akhir Agustus mendatang,” paparnya.

Sementara itu, Ahmad Aviv Mahmudi selaku Sekjen Gabungan Suporter Rembang (Ganster) mendukukung setiap keputusan yang diambil oleh jajaran pelatih tim yang berjuluk Laskar Dampo Awang itu.

“Tim pelatih tentunya memiliki pertimbangan tertentu untuk memutuskan perpanjangan kontrak pemain. Apapun yang keputusan yang diambil, kami sebagai suporter akan mendukung sepenuhnya keputusan itu,” tandasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan