Dua Pengepul Kupon Togel Dibekuk

Jumat, 1 Juni 2012 | 07:43 WIB


REMBANG – Kepolisian Resor Rembang kembali membekuk pengepul kupon toto gelap singapura, Kamis (31/5), dari dua tempat berbeda. Satu dari kawasan Kota Rembang, satu lainnya dari Lasem.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang AKP Joko Santoso, Jumat (1/6) mengungkapkan, pada Kamis itu sekitar pukul 11.30 WIB, pihaknya menangkap basah Karnadi (49), seorang petani berasal dari Dusun Siman RT 5 RW 2 Desa Sendangagung, Kecamatan Kaliori.

Karnadi tertangkap tangan sedang bertransaksi togel singapura di depan sebuah warnet di kawasan turut tanah Dusun Gambiran, Desa Sumberjo, Kecamatan Kota Rembang.

Dari tangannya, polisi menyita rekapan nomor dan uang tunai Rp125.000 yang hendak ditotokan. “Kami langsung menggelandang pelaku ke Mapolres Rembang untuk diperiksa lebih lanjut,” tegas Kasatreskrim.

Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 14.00 WIB pada hari yang sama, pihak kepolisian juga menangkap Wakiran (54), warga RT 8 RW 3 Desa Babagan, Kecamatan Lasem. Wakiran yang seorang pekerja serabutan itu ditangkap di rumahnya ketika sedang menyalin isi sejumlah pesan singkat berupa nomor taruhan.

“Dari tangan Wakiran, kami mengamankan satu buah telepon seluler merek Nokia berisi sejumlah SMS nomor taruhan dan uang tunai bukti perjudian sebesar Rp530.000,” terang AKP Joko Santoso.

Pihaknya berkomitmen untuk serius memberantas segala bentuk perjudian di Kabupaten Rembang. Apalagi, Rembang dikenal sebagai Kota Santri.

“Kami berupaya memberantas segala bentuk tindak kejahatan dan perjudian. Ini barangkali menjadi kado untuk hari ulang tahun Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli nanti,” kata dia.

Kasatreskrim mengungkapkan, dari penyidikan yang dilakukan terhadap dua tersangka pelaku judi togel tersebut, keduanya memiliki bandar masing-masing yang tidak terkait antara satu dengan yang lainnya.

“Para pelaku itu tidak mangkal. Mereka cenderung ‘mobile’ untuk melayani pelanggannya. Mereka tidak asal melayani pelanggan. Hanya yang dikenal. Ini sedikit mempersulit upaya kita dalam membongkar perjudian togel ini. Namun kami tak akan pernah berhenti berupaya. Kami berkomitmen untuk membongkar jaringan judi togel ini,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, AKP Joko Santoso juga mengungkapkan, untuk judi togel singapura, pihaknya sudah mengantongi jam-jam pelayanan pengepulan atau pengeceran kupon.

“Pemasangan nomor taruhan ditutup pukul 15.00 WIB setiap hari kecuali Selasa dan Jumat yang memang tutup. Selanjutnya nomor-nomor yang keluar diumumkan melalui sebuah laman diinternet pada pukul 17.00 WIB,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelaku perjudian, termasuk judi togel, diancam jerat Pasal 303 ayat 1 ke-(1) KUHP dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp25 juta. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan