Peredaran Judi Togel Mirip Narkoba

Jumat, 1 Juni 2012 | 08:02 WIB


KOTA – Kepolisian Resor Rembang menyebut model peredaran perjudian toto gelap alias togel mirip dengan peredaran narkoba. Mereka bergerak dalam sel yang tertutup dan terputus dengan jaringan di atasnya.

Menurut Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Jumat (1/6), karena para pengedar atau pengepul kupon haram tersebut bergerak dalam sel maka untuk mengungkapnya dibutuhkan kerjasama dari masyarakat.

Apalagi, lanjut dia, belakangan ini baik pengedar maupun pengepul kupon togel memilih tidak menggunakan model tatap muka saat memasang nomor taruhan.

“Mereka mengedarkannya lewat ponsel. Ya melalui pesan singkat ketika hendak memasang nomor taruhan. Untuk mengetahui nomor yang keluar pun dilakukan dengan cukup rapi, melalui internet,” terang Kapolres.

Sasaran tempat mangkal peredarannya pun bergeser. Para pengepul atau pengecer kupon togel sudah tidak lagi memanfaatkan warung-warung atau tempat nongkrong.

“Mereka sudah tidak lagi mangkal, tetapi ‘mobile’. Mereka mengendalikannya dari rumah ke rumah sehingga informasi aktif dari masyarakat menjadi sangat penting,” tandasnya.

Meski demikian, pihaknya mengaku tidak kurang akal. Begitu menerima sekecil apapun informasi, kepolisian menyatakan langsung melakukan pengintaian intensif.

“Setiap tindak kejahatan tidaklah ada yang sempurna. Tetap saja ada yang tertangkap (pelaku judi togel), meskipun sejauh ini belum menyentuh pengepul atau bandar kelas kakap,” terangnya.

Kapolres menegaskan tidak ada “backing” aparat dalam peredaran judi togel ini. “Lihat saja, pelan tapi pasti pelaku-pelaku perjudian, apapun itu, akan kami tangkap,” kata dia.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengungkapkan, untuk judi togel singapura, pihaknya sudah mengantongi jam-jam pelayanan pengepulan atau pengeceran kupon.

“Pemasangan nomor taruhan ditutup pukul 15.00 WIB setiap hari kecuali Selasa dan Jumat yang memang tutup. Selanjutnya nomor-nomor yang keluar diumumkan melalui sebuah laman diinternet pada pukul 17.00 WIB,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelaku perjudian, termasuk judi togel, diancam jerat Pasal 303 ayat 1 ke-(1) KUHP dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp25 juta. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan