APV Versus Indonesia, Dua Tewas Enam Luka

Senin, 30 April 2012 | 05:56 WIB


KRAGAN – Dua orang tewas seketika dan enam lainnya luka-luka setelah bus Indonesia jurusan Surabaya-Semarang menghantam mobil Suzuki APV yang mengangkut rombongan petakziah dari Pekalongan di Jalur Pantura turut Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan, Senin (30/4) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, Senin (30/4) pagi, kecelakaan berawal ketika bus Indonesia bernomor polisi L 7512 UV yang melaju kencang dari arah Surabaya menuju Semarang, nekat menyalip sebuah truk tronton tak dikenal sesampainya di kilometer 141 Tegalmulyo, Kragan.

Sementara, dari arah berlawanan, meluncur sebuah mobil Suzuki APV bernomor polisi G 8900 GA, mengangkut rombongan petakziah dari Pekalongan menuju Situbondo, Jawa Timur. Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan.

Sopir mobil Suzuki APV, Abdullah Hasim (40) warga RT 4 RW 2 Krapyak, Pekalongan, dan seorang penumpang APV, Farhana (31) warga Jalan Surabaya 1B Pekalongan, tewas seketika di tempat kejadian.

Penumpang lain di mobil itu, Anis (39), Abdullah (4), Aula (6), Salsabila (28), dan Salim (10) mengalami luka ringan, sedangkan Rafila (8) menderita luka berat. Semua korban luka dirujuk ke rumah sakit di Semarang.

Seorang saksi mata, Tasmini (42) warga Desa Tegalmulyo, mengungkapkan kejadian nahas itu terjadi akibat laju bus Indonesia yang dikemudikan Agus Supranoto, warga RT 1 RW 6 Kecamatan Mojosari, Mojokerto, secara ugal-ugalan.

“Bus Indonesia nekat nyalip tronton. Dari arah barat melaju pula Suzuki APV. Karena sudah terlalu dekat, baik APV maupun bus tidak bisa menghindari tabrakan,” kata Tasmini yang diamini Yunarni (36), saksi mata lain.

Bagian depan kanan mobil Suzuki APV mengalami ringsek. Bangkai mobil dan bus langsung diamankan ke Pos Satlantas Lasem guna penyelidikan lebih lanjut.

Atas kecelakaan itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Dudi Pramudia menyatakan telah menetapkan sopir bus sebagai tersangka.

“Kami tetapkan Agus Supranoto sebagai tersangka dalam kejadian kecelakaan ini. Ia kami tahan untuk mempertanggungjawabkan ulahnya,” tegas Kasatlantas.

AKP Dudi Pramudia menyebutkan kelalaian pengemudi bus berusia 27 tahun itu menjadi biang terjadinya kecelakaan. “Pelajaran atas kejadian ini bagi para pengguna jalan adalah agar mereka tetap waspada, meski kondisi jalur sedang tidak padat dan jalan lebar,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan