Update! Kasus Korupsi Oknum ASN Pemkab Rembang

Jumat, 23 September 2022 | 15:00 WIB

Kanit Idik III Ipda Widodo E.P (Berdiri) melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi oleh oknum ASN Pemkab Rembang, pada Kamis (22/9) di Kejaksaan Negeri Rembang. (Foto: Polres Rembang)


REMBANG, mataairradio.com –
Kasus dugaan rasuah atau korupsi yang menyeret seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Dinas Kebudayaan dan Priwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang akhirnya dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, oleh kepolisian.

Oknum ASN yang merasuah, uang hasil retribusi tiket masuk di Tempat Rekreasi Pantai Kartini senilai Rp113.212.500, itu berinisial MR (45), warga Kecamatan Kaliori.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo, melalui Kanit Idik III, Ipda Widodo Eko Prasetyo mengatakan, pelimpahan kasus ke pihak Kejaksaan sudah dilakukan pada Kamis (22/8/2022), sekitar pukul 11.00 WIB.

“Ya (Kasus korupsi oleh oknum ASN) kita limpahkan tersangka dan barang bukti. Hari Kamis (22/9/2022) pukul 11.00 WIB,” jelas Widodo saat dihubungi mataairradio.com, hari ini (23/9).

Widodo menambahkan, tersangka beserta sejumlah barang bukti turut diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Rembang.

“Barang bukti yang diserahkan uang tunai sama dokumen penarikan (Retribusi TRP Kartini),” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang Afan Martadi mengatakan berdasar informasi yang pihaknya terima, oknum ASN yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia mengatakan status tersangka akan memberhentikan sementara sebagai aparatur negara.

“Konsekuensinya mendapatkan gaji 50 persen, sampai ada vonis inkrah dari pengadilan. Jika vonis inkrah terbukti maka, jika kasus tersebut adalah kasus tipikor, ASN diberhentikan tidak dengan hormat,” pungkas Affan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mataairradio.com, pihak Kejaksaan Negeri Rembang belum memberikan komentar, hingga berita ini diterbitkan.

Diberitakan sebelumnya, oknum ASN di lingkup Pemkab Rembang menjadi tersangka atas kasus korupsi penggelapan dana PAD (Pendapatan Asli Daerah). Tersangka MR diduga telah menggelapkan uang negara senilai Rp113.212.500, selama 10 bulan atau sejak periode 9 Juni 2019 sampai dengan 30 April 2021.

Tersangka MR dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi, Jo Pasal 64 Ayat (1) KUH Pidana, Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pdana Korupsi dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan