Pemkab Rembang Serahkan Penggantian Salim kepada Konstitusi

Rabu, 15 Januari 2014 | 17:37 WIB
Konferensi pers yang diselenggarakan Pemkab Rembang pada Rabu (15/1) menyebut tidak ada hal yang istimewa setelah penahanan Bupati Mochammad Salim.

Konferensi pers yang diselenggarakan Pemkab Rembang pada Rabu (15/1) menyebut tidak ada hal yang istimewa setelah penahanan Bupati Mochammad Salim.

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan menyerahkan penggantian Bupati Mochammad Salim kepada konstitusi. Pernyataan tersebut menyikapi penahanan Bupati Rembang oleh Polda Jawa Tengah terkait kasus dugaan korupsi penyertaan modal melalui APBD 2006-2007.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni dalam konferensi pers pada Rabu (15/1) menyebut tidak ada hal yang istimewa setelah penahanan Bupati Mochammad Salim. Urusan birokrasi telah berjalan sesuai koridor pelayanan. Perda APBD 2014 sudah ditetapkan pada 2 Januari kemarin dan tidak bisa dibatalkan kecuali dengan Perda.

Mengenai penggantian penyelenggara pemerintah daerah dari Bupati ke Wakil Bupati, pihaknya menyerahkannya pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Pada Pasal 29 Ayat 2 Huruf B, Bupati diberhentikan jika tidak dapat melaksanakan kewajibannya selama enam bulan secara terus menerus dalam masa jabatannya. Sementara pada Pasal 31 Ayat 1, Bupati diberhentikan sementara oleh Presiden tanpa melalui usulan DPRD, karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi.

Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku tidak mau berandai-andai dalam hal penggantian Bupati. Pihaknya pun menyerahkannya pada mekanisme undang-undang dan tak akan mengupayakan langkah lain.

Menurutnya, ketika Bupati berhalangan tugas karena persoalan hukum, maka begitu sudah ada tuntutan, kewenangan Bupati dilimpahkan kepada Wakil Bupati. Kewajiban dari Bupati dilakukan oleh Wakil Bupati.

Hafidz mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Dia mengklaim, pelayanan dan pemerintahan tidak terganggu. Di kesempatan konferensi pers itu, Hafidz juga mengatakan, Pemkab mempertimbangkan permintaan bantuan hukum dari Keluarga Salim jika aturan memungkinkan.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan menyatakan, kondisi daerah setelah penahanan Bupati oleh Polda Jawa Tengah, masih terpantau kondusif. Kepolisian belum menemukan gejolak gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi di masyarakat sebagai dampak kasus Salim.

Dalam kesempatan jumpa awak media itu, hadir pula Kepala Kejaksaan Negeri Rembang Wayan Eka Putra, Ketua DPRD Sunarto, Komandan Kodim 0720 Letkol (Inf) Wawan Indaryanto, dan Kepala Pengadilan Negeri Albertus Usada. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



2 comments
  1. sumo

    Januari 15, 2014 at 7:18 pm

    rayahan rayahan rayahan… sakwise koncone ditahan, wakil bupati sak kancane podo rahayan lan bagi-bagi kekuasaan.. mereka seolah terlelap dan gemerlap kekuasaan dan melupakan bahwa ada berpuluh-puluh kasus kriminal yang sudah mereka buat bersama salim… dan yang paling akhir adalah MODUS KRIMINAL dan KKN atas nama THL… dan anak, keponakan dan menantu siapa saya yang menduduki di formasi THL??? semua orang sudah tahu bahwa ini akal-akalannya KAJI KHAFID… KHAFID adalah dzajal baru yang sudah didepan mata jika tidak diborgol dengan rantai baja.. selamat datang Dzajal baru!

    Reply
    • lukman

      Maret 21, 2014 at 4:06 pm

      prasangka koment yang menyudutkan pak khafid tidak benar,kinerjanya sudah begitu bagus,tolong dikasih kesempatan untuk memimpin rembang,bukanya saya membela tapi segala sesutu harus di buktikan,beliau tidak haus jabatan tapi menginginkan rembang jauh lebih bagus,kita hanya ingin di pimpin bupati yang bersih dari korupsi

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan