Diduga Korsleting, Pikap Pengangkut Kasur Terbakar di Kaliori

Selasa, 25 Maret 2014 | 14:25 WIB
Pikap bernomor polisi H 1744 JQ akan mengirimkan spring bed pesanan dari warga Desa Kedungasem Kecamatan Sumber terbakar  sebelah barat pertigaan Delok Dresi Kecamatan Kaliori, Selasa (25/3) pagi. (Foto:Puji)

Pikap bernomor polisi H 1744 JQ bermuatan spring bed terbakar di sebelah barat pertigaan Delok Dresi Kecamatan Kaliori, Selasa (25/3) pagi. (Foto:Puji)

KALIORI, MataAirRadio.net – Pikap bermuatan kasur yang melaju dari arah Semarang terbakar diduga akibat korsleting ketika melintas di Jalur Pantura Rembang, tepatnya di sebelah barat pertigaan Delok Dresi Kecamatan Kaliori, Selasa (25/3) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerugian ditaksir mencapai seratusan juta rupiah.

Awalnya, pikap bernomor polisi H 1744 JQ akan mengirimkan spring bed pesanan dari warga Desa Kedungasem Kecamatan Sumber. Namun seratusan meter sebelum pertigaan Dresi atau arah menuju Kedungasem, mobil terbakar. Alan Putra Santoso, sopir pikap itu langsung membelokkan mobilnya ke bahu jalan.

Meski sempat dibantu warga untuk memadamkan, kabin mobil, kasur muatan, surat-surat penting kendaraan, serta ponsel dan SIM milik Alan, tidak terselamatkan. Tinggal empat roda dan ban yang masih utuh. Sarpani, petugas damkar mengungkapkan, sopir sempat menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit. Demikian juga armada yang terbakar, dievakuasi ke Makolantas.

Kapolsek Kaliori Iptu Muhammad Syuhada mengaku perlu mendalami penyebab pasti kebakaran mobil pikap milik toko mebel Indah Sedayu, Pucanggading Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak ini.Sebab, penyebab kebakaran belum tentu korsleting.

Menurutnya, bisa saja sebelum kebakaran, sopir merokok dan percikan api dari rokok mengenai kasur. Hanya saja, sejauh ini polisi menyimpulkan kebakaran terjadi akibat dari korsleting pada jaringan kelistrikan mobil.

Arus lalu lintas tidak sampai terganggu karena sopir telah memarkirkan armada di bahu jalan, sesaat setelah tahu terjadi kebakaran. Soal kerugian secara materi, pihaknya juga belum bisa menyebutkan. Namun bisa mencapai seratusan juta rupiah.

Kasus pikap terbakar tidak kali ini saja terjadi. Pada 26 Januari 2014, mobil jenis pikap pengangkut 180 liter bahan bakar minyak jenis solar dan bensin, juga hangus terbakar diduga akibat korsleting pada perangkat kelistrikannya. Saat itu, sopir menderita luka bakar serius di bagian wajah dan kedua tangannya. Insiden tersebut terjadi di ruas Jalan Pamotan-Sedan, tepatnya di wilayah Dusun Watuceleng Desa Karas Kecamatan Sedan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan