Harga Beras Petani Merosot di Rembang

Selasa, 25 Maret 2014 | 14:33 WIB
Beras hasil panen padi petani di Kabupaten Rembang, merosot harganya, awal pekan ini. (Foto Pujianto)

Beras hasil panen padi petani di Kabupaten Rembang, merosot harganya, awal pekan ini. (Foto Pujianto)

PAMOTAN, MataAirRadio.net – Harga beras di tingkat petani di Kabupaten Rembang merosot seiring dengan berlangsungnya panen raya padi. Berdasarkan pantauan MataAir Radio di lapangan pada Selasa (25/3) pagi, harga beras dari petani yang dibeli tengkulak tinggal Rp6.500, atau turun hingga Rp600 per kilogram dibandingkan pada awal bulan ini.

Kasmi seorang tengkulak di Pamotan mengaku membeli beras hasil panen padi petani dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk yang berbulir utuh dan putih. Sementara jika warnanya kusam dan bulirannya hancur, dia menghargai dengan lebih murah, sekitar Rp6.400 per kilogram.

Dia membenarkan, harga beras petani turun bahkan terbilang merosot. Sejak panen berlangsung, dia membeli beras dari petani dengan harga paling tinggi Rp7.100 per kilogram. Dalam sehari, dia bisa membeli hingga lima ton beras dari petani di sekitar Pamotan dan Gunem.

Dirin, salah satu pekerja grosir beras di bilangan Kota Rembang mengatakan, penurunan harga masih mungkin berlanjut. Sebab, dia menyebut tingkat penjualan dari petani belum mengalir deras. Kini, pihaknya hanya mampu membeli beras dari petani dengan harga rata-rata Rp6.500 per kilogram.

Menurut dia, beras yang masuk ke grosirnya tidak hanya dari petani langsung, tetapi juga tengkulak. Untuk petani, rata-rata dari Kaliori, Sumber, dan sebagian Kecamatan Rembang serta Pamotan. Demikian juga dengan tengkulak. Dirin memperkirakan, harga beras masih akan bergerak di angka Rp6.500 atau Rp6.400 per kilogram.

Soal harga beras di pasaran yang kini sudah berada di bawah harga pembelian pemerintah, dia tidak bisa menilai. Sebab, sudah menjadi hukum pasar, jika pasokan melimpah, maka harga akan turun. Dirin menegaskan, harga beras tidak jauh berada di bawah HPP karena pasokan beras dari Pati terganggu banjir Januari lalu.

Kepala Bagian Informasi Perum Bulog Sub-Divisi Regional Pati Suyoko mengatakan, pihaknya sudah cukup banyak menyerap beras dari petani, seiring penurunan harga di pasaran. Namun dia belum bisa menyebutkan jumlah beras yang sudah terserap.

Pengadaan beras dari petani lokal dilakukan dengan menggandeng mitra kerja seperti koperasi unit desa dan gabungan kelompok tani. Menurut Suyoko, ada 23 unit mitra kerja dari Bulog yang siap memasok beras pada tahun ini. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan