Program “Iuwash Plus” di Jateng Akan Kelar, Gubernur Beri Apresiasi

Senin, 11 Oktober 2021 | 21:45 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menerima perwakilan USAID di Rumah Dinas Puri Gedeh, pada Senin (11/10/2021). (Foto:mataairradio.com)

 

SEMARANG, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi Program Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUS) dari Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) yang sudah menjelang purna, pada November tahun ini.

Ganjar mengungkapkan, selama lima tahun ini program itu telah berhasil mengubah perilaku hidup sehat masyarakat di daerah dampingan. Setidaknya ada tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah yang didampingi USAID.

“Tadi kedatangan dari tim USAID IUWASH sebenarnya mau pamitan karena program sudah berjalan selama lima tahun. Alhamdulillah beberapa daerah sudah mulai sadar bagaimana mereka buang air besar (BAB) di tempat yang benar, ada jambannya, ada septic tank-nya dan dikuras secara berkala,” kata Ganjar.

Ia menerangkan, perilaku yang sudah mulai berubah tersebut contohnya ada di Kabupaten Wonosobo. Di sana dulu banyak warga yang BAB di empang atau di jamban yang dibuang ke sungai.

Menurutnya, jika sanitasi dibuang ke sungai, maka akan menimbulkan banyak bakteri pembawa penyakit. Begitu pula kalau dibuang di empang karena hasil empang menjadi tidak lagi higienis.

Selain itu, perubahan perilaku menjadi lebih baik juga dapat dilihat dari contoh kebutuhan air bersih.

Misalnya di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang yang dilakukan program konservasi seperti reboisasi dan pembuatan banyak sumur resapan yang mampu memunculkan sumber air baru.

“Konservasi dan reboisasi yang memunculkan sumber air baru juga perubahan perilaku yang bagus karena kebutuhan air menjadi bisa disuplai secara natural,” tutur Ganjar usai menerima perwakilan USAID di Rumah Dinas Puri Gedeh, pada Senin (11/10/2021).

Ganjar menambahkan, sanitasi dan kebutuhan air bersih sendiri juga masuk dalam indikator kemiskinan.

Ia menilai, sebenarnya program IUWASH PLUS memiliki keterkaitan dengan program pemerintah untuk mengentasan kemiskinan.

Maka dari itu, meskipun masa kerja USAID dengan IUWASH PLUS sudah selesai pada bulan depan, Ganjar berharap agar bisa diteruskan untuk ikut mendampingi penanganan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten di Jawa Tengh.

“Program IUWASH ini harapan saya bisa diteruskan. Tadi saya kasih tantangan untuk mendampingi penurunan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten. Soal ini mereka mau bicarakan dulu karena program mereka sebenarnya sudah selesai. Tapi saya tawarkan agar terkait beberapa indikator terutama jamban dan air bersih, saya berharap, IUWASH ikut mendampingi lima kabupaten yang bisa kita jadikan contoh untuk penanganan kemiskinan ekstrem,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan