Gubernur Ganjar Sebut Keterbukaan Informasi Publik di Jateng Bagus

Senin, 11 Oktober 2021 | 23:12 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sedang memberikan paparan ihwal inovasi dan kolaborasi keterbukaan informasi publik kepada tim penilai dari Komisi Informasi Pusat, pada Senin (11/10/2021). (Foto: mataairradio.com)

SEMARANG, mataairradio.com- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut keterbukaan informasi publik di Jawa Tengah sudah bagus, baik dari sisi institusi, individu, maupun partisipasi masyarakat.

Menurutnya, itu adalah wujud keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memberikan fasilitas berupa akses informasi kepada masyarakat dengan baik.

“Kalau kita ingin publik bisa mengakses informasi. Jadi ya sudah saatnya yang bisa dibuka jangan ditutup-tutupi. Berikan informasi yang baik dan benar, agar masyarakat bisa mengakses,” ujarnya.

Akses informasi tersebut, kata Ganjar, bisa berupa informasi vaksin, bantuan sosial, kesehatan, akses pendidikan, atau yanh lainnya. Bahkan, secara tegas, gubernur meminta kepada seluruh BUMD untuk membuka informasi dengan baik.

“Agar publik tahu bahwa BUMD-nya sudah transparan. Seandainya publik butuh bantuan terkait institusi itu bisa mendapatkan dengan mudah,” tegasnya.

Sejumlah inovasi dan kolaborasi keterbukaan publik dalam melakukan pelayanan publik, Ganjar memaparkan, di antaranya mengenai inovasi tentang pembuatan sentra vaksin dan call center untuk memudahkan akses masyarakat untuk mendapatkan informasi dan pelayanan.

Seperti misalnya, ada aplikasi Sibina Cantik Bingit yang merupakan inovasi dari RS Margono Soekarjo Purwokerto. Selain untuk pelayanan dan manajemen kesehatan, inovasi itu juga menghasilkan kolaborasi dengan BPJS untuk mengakomodir vaksinasi lansia. Lalu inovasi dan kolaborasi terkait Satgas Oksigen yang dibuat untuk menanggulangi kesulitan oksigen pada saat pandemi Covid-19.

Kemudian ada Si Pelem Keprok, sistem informasi pelayanan kehumasan dan keprotokolan, sehingga masyarakat mengetahui kegiatan dan jumlah kunjungan di daerah tertentu dari Gubernur, Wakil Gubernur, maupun Sekretaris Daerah. 

Selain itu, Ganjar juga menjelaskan mengenai inovasi Rembug Desa yang dilakukan selama ini.

Menurutnya, Rembug Desa menjadi ruang persuaan sekaligus untuk menggali informasi langsung hingga tingkat desa. Selama pandemi ini beberapa kali Rembug Désa dilakukan secara daring.

“Kami hanya ingin ada kesungguhan, informasi itu yang kami inginkan agar bisa diakses publik satu persatu. Tidak hanya dinas tetapi juga personilnya.

Banyak cara mempublikasikan sekaligus mengedukasi, termasuk aktif menggunakan media sosial untuk sosialisasi dan memberikan informasi,” tuturnya seusai memberikan paparan inovasi dan kolaborasi keterbukaan informasi publik kepada tim penilai dari Komisi Informasi Pusat, pada Senin (11/10/2021).

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan