Ratusan Petugas Trantib Pilkada Enggan Dirapid-test

Jumat, 13 November 2020 | 18:10 WIB

Pelaksanaan Rapid-Test oleh KPU Rembang di Puskesmas Kecamatan Pancur, pada Selasa (10/11/2020). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ratusan Petugas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) pada Pilkada 2020 mendatang enggan dirapid-test.

Pasalnya rapid tes sendiri merupakan keharusan bagi penyelenggara Pilkada dan juga petugas Trantib untuk memastikan protokol kesehatan saat pemungutan suara pada 9 Desember 2020 mendatang.

Komisioner KPU Rembang Zaenal Abidin menjelaskan hingga Jumat (13/11/2020) pihaknya masih merekap jumlah penyelenggara maupun Trantib yang tidak hadir saat penjadwalan di Puskesmas masing-masing kecamatan.

Dirinya mengakui bahwa banyak yang belum hadir namun ada beberapa alasan ketidakhadiran dalam penjadwalan rapid-test.

Ada yang kebetulan sedang berada di luar kota dan beberapa yang lainnya beralasan sedang ada kepentingan lain, namun pada dasarnya mereka mau mengikuti rapid-test. Akan tetapi ada beberapa yang memang tidak mau mengikuti karena alasan takut.

“Sampai saat ini kita belum tahu jumlah pastinya Mas, ini masih dalam proses rekap, mungkin mencapai ratusan” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut Ketua KPU Rembang Iqbal Fahmi menyatakan ada dua langkah yang diambil oleh KPU. Pertama memetakan alasan ketidakhadiran penyelenggara atau petugas Trantib saat penjadwalan rapid-test.

Jika memang memungkinkan untuk melakukan rapid-test susulan, maka akan dijadwalkan lagi. Sedangkan untuk yang tidak mau melakukan rapid-test maka KPU melalui PPS berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk membujuk Trantib agar mau mengikuti rapid-test.

“Dari pantauan kami sejauh ini, memang yang paling banyak tidak hadir adalah petugas Trantib. Sedangkan untuk KPPS hampir 90 persen hadir kalaupun tidak hadir karena alasan kepentingan lain bukan karena tidak mau. Sudah jauh-jauh hari kami sampaikan bahwa penyelenggara Pilkada wajib dan harus rapid tes,” pungkasnya.

Sementara itu, jumlah keseluruhan penyelenggara di Rembang yang sudah dirapid-test ada sebanyak 14.161 orang, dengan menelan anggaran dana sebesar Rp2,1 miliar.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan