Kampus YPPI Rembang Gelar Aksi Sadar Pajak Wujud Bela Negara

Selasa, 30 November 2021 | 21:14 WIB

Tax Center STIE YPPI Rembang menggelar kegiatan Tax Goes To Campus, kerja sama dengn KPP Pratama Pati dengan tema “Generasi Muda Sadar Pajak Wujud Bela Negara”, pada Selasa (30/11/2021) di kampus setempat. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kampus STIE YPPI Rembang menggelar kegiatan Tax Goes To Campus, kerjasama dengn KPP Pratama Pati dengan tema “Generasi Muda Sadar Pajak Wujud Bela Negara”, pada Selasa (30/11/2021) di kampus setempat.

Kegiatan ini dimotori oleh Tax Center STIE YPPI Rembang, yang tujuannya untuk mengedukasi para mahasiswa tentang kesadaran pajak yang secara langsung merupakan wujud nyata bela negara.

Ketua Tax Center STIE YPPI Rembang Agus Widodo menyampaikan kegiatan Tax Goes To Campus merupakan tindak lanjut kerjasama antara Kanwil DJP Jateng I dengan Tax Center STIE YPPI Rembang.

Ia menambahkan, manfaat dari program kegiatan ini dapat memberikan input positif bagi mahasiwa dalam bidang perpajakan dari sumbernya secara langsung.

“Harapannya mahasiswa yang telah lulus dari Kampus dapat terjun di masyarakat mempunyai pengetahuan dan kesadaran yang baik dalam bidang pajak, serta dapat menularkan pada lingkungan sosial di sekitarnya,” tuturnya.

Widodo mengatakan, sebagaimana motto Tax Center STIE YPPI, “Kita Bangun Indonesia Dari Sini”, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengetahui bahwa sadar pajak merupakan wujud bela negara.

 

Sementara itu, kegiatan yang diselenggarakan di Aula Gedung Kampus YPPI Rembang itu diikuti oleh sebanyak 50 mahasiswa dari dua program studi, manajen dan akuntansi. Masing-masing prodi ada 25 mahasiswa yang mengikuti dengan menerapkan protololer kesehatan secara ketat.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan