Gudang Oven Kayu di Sumber Ludes Terbakar

Kamis, 8 Mei 2014 | 14:19 WIB
Empat dari lima pekerja di Patihan Sawmil Sumber membersihkan lokasi kebakaran dari reruntuhan, Kamis (8/5) pagi. (Foto:Pujianto)

Empat dari lima pekerja di Patihan Sawmil Sumber membersihkan lokasi kebakaran dari reruntuhan, Kamis (8/5) pagi. (Foto:Pujianto)

SUMBER, MataAirRadio.net – Gudang oven kayu “Patihan Sawmil” di bilangan RT 3 RW 1 Desa Sumber Kecamatan Sumber, Kamis (8/5) dini hari, ludes dilalap api. Kebakaran diduga akibat percikan api dari oven yang merembet ke kayu di sekelilingnya.

Ada empat kamar oven kayu di gudang itu. Sumber api diduga berasal dari kamar kedua dari sisi selatan. Saat kejadian, pemilik gudang yang merupakan warga Desa Krikilan Kecamatan Sumber Arifin, tidak berada di tempat. Penjaganya pun kebetulan sedang keluar gudang.

Agus, salah satu karyawan yang mendengar kabar kebakaran gudang, mengaku segera meluncur ke tempat kejadian. Saat itu dia mendapati api sudah berkobar besar. Sementara warga yang kebetulan sedang kongko di tepi jalan dekat gudang, segera berlari memadamkan api.

Aiptu Kustiyono, petugas dari Polsek Sumber yang turun tangan ke lokasi kejadian menyebutkan, ada sekitar dua kubik kayu jati yang turut terbakar di gudang tersebut. Saat menerima laporan kebakaran, pihaknya baru saja pulang mengamankan pentas dangdut di Jatigenuk.

Empat personel polisi segera menuju ke lokasi kejadian. Sementara salah satunya, mengontak regu pemadam kebakaran. Sekitar setengah jam kemudian, tim penjinak api dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang, tiba.

Kustiyono menyebutkan, kesimpulan sementara yang menjadi penyebab kebakaran adalah api dari tungku oven, keluar merembet kayu di sekelilingnya. Kerugian material oleh polisi ditaksir Rp115 juta, terdiri dari kayu dan bangunan.

Kamis (8/5) pagi, lima pekerja membersihkan lokasi dari reruntuhan, sisa kebakaran. Sementara itu, salah seorang anggota regu pemadam kebakaran Sarpani mengatakan, angka kebakaran di Rembang cenderung tinggi dalam lima bulan terakhir.

Bulan Mei saja, sudah empat kasus yang tercatat. April dan Maret kemarin, masing-masing enam kasus, Februari satu kasus, dan Januari dua kasus. Dia berharap agar warga semakin waspada potensi kebakaran, baik yang dipicu api bediang, obat nyamuk bakar, maupun jaringan listrik yang tak terstandar. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan