Balar Temukan Prasasti Palawa di Gunung Butak

Kamis, 25 April 2013 | 17:25 WIB
Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta menemukan sebuah prasasti yang dicurigai berhuruf palawa di sekitar kawasan Gunung Butak Dusun Ngeso Desa Bitingan Kecamatan Sale.

Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta menemukan sebuah prasasti yang dicurigai berhuruf palawa di sekitar kawasan Gunung Butak Dusun Ngeso Desa Bitingan Kecamatan Sale.

SALE, MataAirRadio.net – Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta menemukan sebuah prasasti yang dicurigai berhuruf palawa di sekitar kawasan Gunung Butak Dusun Ngeso Desa Bitingan Kecamatan Sale. Penemuan batu yang diduga berasal dari masa prasejarah tersebut bermula dari informasi warga.

Peneliti senior dari Balar Yogyakarta, Gunadi Kasnowihardjo kepada reporter MataAir Radio, Kamis (25/4) siang mengatakan, penemuan situs di Desa Bitingan tersebut sangat siginifikan dan menarik.

Berdasarkan hasil analisis sementara, Gunadi menyebutkan prasasti tersebut merupakan menhir atau meja batu dari masa prasejarah. Lalu setelah sekian ratus tahun, meja batu tersebut difungsikan sebagai artefak pada era Megalitikum.

Namun ketika masuk Hindu-Budha di daerah Rembang, batu tersebut difungsikan sebagai artefak Hindu-Budha. Hal itu didasarkan pada temuan huruf di prasasti tersebut yang dicurigai merupakan huruf palawa.

Meski demikian, pihaknya masih ragu dengan huruf palawa itu sebab ada kemungkinan huruf tersebut adalah huruf sansekerta atau huruf jawa kuno.

Selain di kawasan Gunung Butak, menurut Gunadi, ada potensi situs lain yang ada di Sale seperti SD N 1 Sale yang termasuk dalam situs masa Kolonial, lalu ada pula makam Kedono-Kedini.

Pihaknya menyebutkan sebenarnya ada lima titik yang berpotensi menjadi situs, namun satu situs yang berada di atas perbukitan sulit untuk dijangkau.

Mengenai usia prasasti tersebut, Gunadi mengaku belum bisa menyebutkannya. Hanya saja, ia akan berkonsultasi kepada ahli epigrafi atau ahli kajian arkeologi terhadap benda-benda tertulis di masa lampau, untuk mengetahui kesejarahan prasasti tersebut.

Untuk diketahui, prasasti yang ditemukan di wilayah Dusun Ngeso Desa Bitingan Kecamatan Sale tersebut berupa batu berwarna hitam berbentuk kotak setinggi 150 centimeter, memanjang atau lonjong, dan tertanam di tanah. Masyarakat sekitar menamai artefak tersebut dengan sebutan “Nggepuro”. (Afta Ahmad)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan