Pelajar Dua SMK Negeri Terlibat Tawuran

Senin, 27 Februari 2012 | 06:37 WIB


KOTA – Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Rembang terlibat tawuran dengan beberapa siswa SMKN 2 Rembang saat berlangsung pekan olahraga pelajar daerah (Popda) cabang bola voli di Alun-alun kota setempat, Senin (27/2) sekitar pukul 10.45 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, tawuran diduga merupakan buntut dari perseteruan pelajar kedua SMK Negeri tersebut usai bertemu di ajang turnamen futsal antarpelajar di Lasem, belum lama ini.

Kepala SMKN 2 Rembang, Gatot Raharjo menyebutkan, tawuran pada menjelang siang tersebut diduga disulut aksi salah seorang pelajar yang merusak sebuah sepeda motor milik siswa SMKN 2 Rembang di kawasan tepi arena laga bola voli.

“Tawuran pecah ketika tim voli SMKN 2 Rembang bertanding dengan MAN Rembang. Tidak jelas siapa yang merusak sepeda motor milik siswa kami. Namun, entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba terjadi tawuran tersebut,” kata dia.

Aksi saling lempar batu dan pecahan pot bunga di kawasan bundaran Alun-alun Kota Rembang tak terelakkan. Ajang Popda cabang bola voli pun bubar, sedangkan para penonton berhamburan menyelamatkan diri.

Ketika tawuran terjadi, aparat dari Polres Rembang belum tampak turun mengendalikan massa. Aparat baru turun setelah dihubungi panitia Popda tak lama setelah pecah tawuran.

“Kami sudah mengajukan permohonan pengamanan kepada aparat Polres Rembang pada Jumat (24/2). Namun, saat tawuran terjadi aparat dari kepolisian belum ada di lokasi,” kata Wakil Panitia Popda Kabupaten Rembang, Muslim.

Namun, menurut salah seorang petugas polisi, mereka baru turun lapangan lantaran surat perintah diduga terlambat turun akibat permohonan pengamanan dari panitia yang diajukan kurang awal. “Kalau permohonannya baru dikirimkan Jumat (24/2) yang terbilang telat. Mestinya Kamis (23/2),” kata petugas polisi itu.

Polisi sempat mengamankan dua sepeda motor dan tas milik pelajar salah satu SMK yang ditinggal begitu saja di lokasi kejadian sebelum akhirnya kembali diambil oleh pemiliknya.

Setidaknya seorang pelajar dari SMKN 1 Rembang bernama Romi, pelajar kelas dua sekolah tersebut, mengalami luka di kedua telinganya akibat pukulan benda tumpul. “Pelajar kami bernama Romi harus dirawat di rumah sakit karena telinganya bocor akibat pukulan benda tumpul. Beberapa siswa lain juga terluka ringan,” kata Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMKN 1 Rembang, Heri Susetyo.

Heri menyebutkan, pihaknya akan segera mengadakan pembicaraan dengan pihak SMKN 2 Rembang agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami akan segera menggelar pertemuan untuk mencegah berlanjutnya persoalan ini. Kami tentu menyesalkan kejadian ini,” kata dia.

Pascatawuran itu, perhelatan Popda cabang bola voli dihentikan beberapa saat. Namun, sekitar satu jam berselang, pertandingan kembali dilanjutkan. Sementara, aparat dari kepolisian resor setempat, tampak berjaga-jaga di kawasan depan SMK Muhammadiyah Rembang, SMKN 1 Rembang, dan SMKN 2 Rembang untuk mengantisipasi tawuran berlanjut. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan