Polisi Rembang Tangani Kasus Pencabulan Gadis oleh Kakek

Rabu, 1 Oktober 2014 | 17:47 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi


REMBANG, MataAirRadio.net –
Kepolisian Resor Rembang kini sedang menangani serius kasus dugaan pencabulan seorang gadis berusia 15 tahun oleh seorang kakek berusia 60 tahun. Penanganan serius ini juga karena sang gadis tengah hamil tujuh bulan.

“Benar. Kami menerima laporan pencabulan anak di bawah umur dan dari hasil pemeriksaan dokter, korban diketahui telah hamil tujuh bulan,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Joko Santoso, Rabu (1/10) sore.

Namun Joko belum bisa mengungkapkan modus operandi yang digunakan pelaku untuk mencabuli sang gadis, apakah dengan iming-iming imbalan atau ancaman.

“Soal modusnya, masih kami selidiki. Yang jelas, korban mengaku dipaksa melayani hasrat seksual pelaku. Sudah lima kali dan kesemuanya di rumah sang kakek. Besok (2/10), kami baru memanggil pelaku untuk diperiksa,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diketahui berinisial NRJ, warga Kecamatan Rembang. Sementara sang gadis adalah tetangganya yang seorang “drop out” dari salah satu SMP di Kota Rembang.

Sehari-hari, korban hanya tinggal bersama ibunya. Warga mulai mencium aksi pencabulan sang kakek sejak selepas Lebaran kemarin. Warga bahkan telah sempat memperingatkan keluarga korban terkait kelakuan NRJ. Namun tidak ada respon yang berarti.

Hingga akhirnya, warga kembali memergoki NRJ mengajak korban ke rumah pada Senin 29 September kemarin. Warga yang tak sabar segera mendatangi rumah NRJ dan membawa keduanya ke rumah Ketua RT setempat. Setelah dikorek, korban mengaku telah digauli sang kakek hingga hamil.

Sempat akan terjadi upaya perdamaian setelah sang kakek bersedia menikahi korban. Namun, salah satu orang dari keluarga korban tak terima dengan perbuatan pelaku, sehingga aksi cabul sang kakek bergulir ke meja hukum. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan