Jumlah TPS Pilkada Berkurang 500 dari Pilpres

Senin, 29 Juni 2015 | 15:34 WIB
Ilustrasi tempat pemungutan suara (TPS). (Foto: Rif)

Ilustrasi tempat pemungutan suara (TPS). (Foto: Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com –  Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada tahun 2015 berkurang 500 unit dibandingkan pada Pilpres tahun lalu. Ketika Pilpres 2014, jumlah TPS sebanyak 1.600 unit, tetapi pada Pilkada 9 Desember nanti, hanya 1.100 unit.

Komisioner KPU Rembang Nurul Muasiroh menjelaskan, pengurangan jumlah TPS salah satunya karena penghematan anggaran. Lagi pula itu diatur dalam peraturan KPU.

“Aturannya, satu TPS, bisa paling banyak diisi 800 pemilih. Ketentuan ini, sudah kami sampaikan kepada masing-masing PPK,” katanya kepada mataairradio Senin (29/6/2015) pagi.

Tetapi meski jumlah TPS Pilkada berkurang dari Pilpres, jumlah petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) per TPS, diatur lebih longgar. TPS yang jumlah pemilihnya mencapai 500 orang, dialokasi dua PPDP.

“Dengan begitu, jumlah PPDP Pilkada akan 400 lebih banyak dari jumlah TPSnya atau tembus 1.500 orang. Itu yang teralokasi dan terkaver anggaran,” kata dia.

Jumlah TPS Pilkada 2015 yang 1.100 unit, sama persis dengan jumlah tempat pemungutan suara pada Pilkada 2010. Dengan jumlah TPS tersebut, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada 26 April 2010, hanya 75,33 persen atau turun 7,65 persen dari Pilkada 2005.

Menurut catatan KPU pada saat itu, warga yang tidak ikut memilih mencapai 113.193 pemilih atau 24,67 persen. Padahal jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 458.795 orang.

“KPU sudah melakukan persiapan agar tingkat partisipasi tetap tinggi,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, pada saat verifikasi faktual calon perseorangan, PPS sudah diminta menyisipkan pesan sosialisasi agar pemilih menggunakan hak suara pada Pilkada 9 Desember mendatang.

“Di saat pemutakhiran data pemilih melalui pencocokan dan penelitian atau coklit nanti, juga ada sosialisasi serupa. Ada tulisan Pemilihan Bupati tanggal 9 Desember 2015 di stiker coklit,” tegasnya.

Nurul kembali mengatakan, mengenai pemetaan TPS di tiap desa, rencananya sudah beres pada Senin 29 Juni ini. Setelah pemetaan TPS, KPU juga bersiap untuk melakukan coklit guna pemutakhiran data pemilih pada 15 Juli hingga 19 Agustus nanti.

Saat ini, KPU melalui Panitia Pemungutan Suara atau PPS masih melakukan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan. Tahapan ini berlangsung sampai 6 Juli mendatang. Jika dihitung sejak 23 Juni kemarin, masa verifikasi administrasi dan faktual, sudah berjalan sepekan ini.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan