Gus Yahya Sosok Sederhana dari Rembang Terpilih Jadi Ketum PBNU yang Anyar

Sabtu, 25 Desember 2021 | 17:08 WIB

KH. Ahmad Mustofa Bisri (Kiri) dan KH. Yahya Cholil Staquf (Kanan) pada sebuah kesempatan pertemuan di Kediaman Gus Mus di Leteh-Rembang, beberapa waktu lalu. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kiai Haji Yahya Cholil Staquf atau yang lebih akrab disapa Gus Yahya terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) pada Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung, yang digelar selama dua hari, sejak Rabu (22-23/12/2021).

Salah satu putra dari ulama khos Almarhum Kiai Haji M. Cholil Bisri itu, lahir di Rembang pada 15 Februari 1966. Menikah dengan Hj. Nunik Isyinaimah di tahun 1997-an, dikaruniai tiga orang putra dan satru orang putri.

Yang pertama adalah M. Nihrir Yahya Fatta, memiliki adik bernama Ahmad Fatnak Yahya Fattasy, kemudian Nu’ma Cholilah Yahya Na’um dan M. Cholil Yahya Farros.

Gus Yahya merupakan putra pertama dari delapan bersaudara dari pasangan (Alm) KH. M. Cholil Bisri dan Nyai Hj. Muchsinah Cholil.

Dia memiliki adik Hj. Ummi Kultsum Cholil Zalith dan Hj. Zainab Cholil Qotsumah.

Kemudian H. Yaqut Cholil Qoumas yang kini menjabat Menteri Agama RI, Hj. Faizah Cholil Tsuqoibak, serta H. M. Bisri Cholil Laqouf yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Rembang.

Lalu H. M. Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies) yang saat ini menjadi Wakil Bupati Rembang, serta yang terakhir H. M. Zaim Cholil Mumtaz.

Gus Hanies salah satu adik dari Ketum PBNU yang anyar menuturkan, semasa usia pendidikan, Gus Yahya menempuh Sekolah Dasar di SD Kutoharjo IV Rembang dan SMP Negeri 2 Rembang, namun hanya berlangsung satu tahun, karena pindah ke SMP Negeri 13 Yogyakarta.

Dan melanjutkan lagi bangku pendidikannya di SMA Negeri 7 Yogyakarta, sembari mondok di Krapyak.

Selain itu, juga pernah mengenyam pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada (Fisipol UGM).

“Pernah juga nyantri ke Mekah, selama dua tahun. Meniru jejaknya Abah (Kiai Cholil), yang juga pernah mondok di sana,” tutur Gus Hanies saat diwawancarai mataairradio.com, Jumat (24/12/2021).

Sosok yang juga dikenal sebagai ‘Presiden Terong Gosong’ ini pernah menjadi Juru Bicara Presiden ke-IV RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Juga sempat menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada periode sebelum ini.

Selain itu, Gus Yahya juga merupakan salah satu Komisaris di MataAir Radio, yakni sebuah Lembaga Penyiaran Radio Swasta di Kabupaten Rembang.

Di mata Gus Hanies, Gus Yahya dikenal sebagai sosok pribadi yang sederhana dan pantang menyerah dalam memperjuangkan cita-cita.

Gus Hanies mengatakan, selain sebagai kakak, juga sekaligus menjadi pengganti sosok ayahandanya, setelah sepeninggalan Kiai Cholil Bisri.

“Kakak sekaligus ayah yang ngemong adik-adiknya. Apalagi pas Abah sedo, karena anak ‘mbarep’ (Pertama). Sosoknya sederhana. Kalem tapi tegas. Kalau punya cita-cita itu sekuat tenaga diperjuangkan. Karakternya Mas Yahya itu seperti itu,” terangnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan