Arus Lalin Libur Natal Diprediksi Melonjak Tipis

Jumat, 23 Desember 2016 | 20:17 WIB
Arus lalu lintas di Jalur Pantura, Jalan Diponegoro Rembang, Kamis (22/12/2016). (Foto: Pujianto)

Arus lalu lintas di Jalur Pantura, Jalan Diponegoro Rembang, Kamis (22/12/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Arus lalu lintas (lalin) di Jalur Pantura Rembang pada momen libur Natal dan Tahun Baru diprediksi hanya akan melonjak tipis.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang Suyono menyebutkan, tingkat kepadatan arus lalin diprediksi naik 0,23 persen.

“Hari biasa, (tingkat kepadatan) per hari 23.000 kendaraan. Pada libur Natal dan Tahun Baru pertambahannya kami prediksi hanya 0,23 persen atau tidak ada satu persen,” katanya.

Ia menjelaskan, lonjakan tipis tingkat kepadatan arus lalu lintas karena mereka yang mudik untuk Natal atau merayakan Tahun Baru diprediksi tidak banyak.

“Namun kita tetap akan imbau kepada pengguna jalan agar waspada saat mengunakan Jalur Pantura. Truk-truk yang parkir di bahu-bahu jalan pun kita tertibkan,” paparnya.

Selain karena truk parkir di bahu jalan, menurutnya, sejumlah titik juga perlu diantisipasi dari dampak peningkatan kepadatan arus lalu lintas di Jalur Pantura Rembang.

“Titik-titik yang perlu dipantau kelancaran lalu lintasnya adalah di depan gereja di sepanjang Pantura Rembang, kemudian di jalan arah menuju objek wisata,” terangnya.

Ia menekankan, Jalur Pantura Rembang siap dipakai untuk melintas para pelibur Natal dan Tahun Baru. Rambu-rambu jalan telah ditambahkan, bahkan di jalur alternatif.

“Alat berat atau derek guna mengevakuasi kendaraan yang terguling akibat kecelakaan, kami telah pula siapkan di kantor. Kami imbau pula agar tidak ada konvoi di jalanan,” tegasnya.

Mengenai larangan melintas bagi truk-truk besar, Suyono mengatakan, aturan tersebut hanya berlaku bagi truk bersumbu lebih dari tiga di jalan tol.

“Yang tidak boleh melintas itu truk lebih tiga sumbu di jalan tol. Mulai tanggal 23 ini sampai 26 Desember. Kalau di Pantura, truk yang demikian bebas melintas,” tandasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan