Warga Narukan Dipaksa Mengungsi Akibat Debu Pekat

Jumat, 12 September 2014 | 15:27 WIB
Debu pekat akibat lalu lalang truk tambang di ruas jalan Pandangan-Sedan. (Foto:Pujianto)

Debu pekat akibat lalu lalang truk tambang di ruas jalan Pandangan-Sedan. (Foto:Pujianto)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Sejumlah warga yang tinggal di sepanjang tepi jalan Pandangan-Sedan di wilayah Desa Narukan Kecamatan Kragan dipaksa mengungsi. Warga tak tahan hidup dengan menghirup debu pekat akibat lalu lalang truk tambang. Namun mereka tidak mengungsi selama berhari-hari.

Nurhadi, Kepala Dusun Narukan yang tinggal di tepi ruas jalan itu mengatakan, warga mengungsi pada pagi hingga sore hari. Warga menumpang ke rumah tetangga yang jaraknya agak jauh dari jalan raya. Langkah itu terpaksa dilakukan karena hanya 10 menit setelah lantai rumah disapu, debu kembali tebal.

Setahun terakhir, Nurhadi menyebut kampungnya sudah bak tertimpa hujan debu, setiap pagi datang hingga sore hari. Warga menjadi tidak kerasan tinggal di rumah. Paling mereka hanya pulang untuk makan. Setelah itu, mereka pergi lagi. Perangkat elektronik pun menjadi lebih rutin dirawat.

Nurhadi membenarkan, warganya bergumam untuk memblokir jalan akibat debu yang dianggap sudah terlalu meresahkan. Dia masih berupaya mencegah warga dan berharap agar kerusakan ruas jalan di sekitar Narukan segera diperbaiki. Namun diakuinya, warga sudah mulai jengah.

Apalagi lalu lalang truk tambang berukuran besar tak kuasa dibendung. Menurutnya, debu semakin menjadi ketika jalan rusak atau berlubang ditambal saja dengan batu trash yang cenderung lembut. Warga pun mengaku mendengar kalau jalan rusak akan segera diperbaiki, tetapi belum juga terwujud.

Nurhadi juga menerima informasi kalau total panjang jalan yang diperbaiki, diperpendek dari tujuh kilometer menjadi 3,5 kilometer. Baginya tak masalah, asalkan kualitas pembetonan jalan bisa diandalkan dan awet. Mestinya, Pemkab Rembang peka dengan keresahan warga.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Rembang Raharjo mengatakan persoalan jalan rusak dan debu dari material tambang yang diangkut truk mestinya tidak dibesar-besarkan. Sebab, rencana perbaikan ruas jalan di Narukan itu, sedang dalam proses. Oktober nanti, perbaikan akan dilakukan.

Raharjo menjelaskan, jalan di Narukan termasuk dalam paket peningkatan jalan Pandangan-Sedan sepanjang 3,5 kilometer. Proyek ini telah tiga kali lelang ulang. Yang pertama tidak ada penawar, yang kedua ada dua penawar tetapi tak memenuhi syarat, dan yang terakhir ini ada enam penawar. Raharjo yakin, lelang kali ini tidak akan gagal lagi. (Pujianto)




One comment
  1. asu kabeh

    September 15, 2014 at 1:25 am

    wong jalan rusak dimana-mana kok menuduh warga membesar-besarkan? Coba anda lihat di kecamatan lain, sumber dan kaliori!! Semua jalan rusak dan tidak ada perbaikan hingga lebih dari 5 rahun itu namanya pejabat dan DPRDnya PICEK kabeh broo!!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan