Wahab Nyaris Tewas Di Jembatan Karanggeneng

Selasa, 14 Agustus 2012 | 10:57 WIB
Sepeda motor milik korban ditepikan ke pinggir badan Jembatan Karanggeneng. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Jembatan Karanggeneng nyaris menelan korban jiwa, Selasa (14/8) sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang warga RT 4 RW 1 Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Abdul Wahab (39), menderita luka parah di bagian bokong dan kedua pangkal kakinya setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk boks.

Menurut keterangan seorang saksi mata, Sujoko (42), kecelakaan bermula ketika korban yang melaju dari arah timur bermaksud menyalip sebuah sepeda motor yang membawa keranjang pengangkut rosok persis di tengah Jembatan Karanggeneng.

Namun nahas. Stang kemudi sepeda motor Wahab menyenggol keranjang rosok yang dibawa sepeda motor yang hendak disalipnya itu. Ia terjatuh.

Sementara, pada saat yang bersamaan, dari arah barat melaju sebuah truk boks bertuliskan PT Djarum bernomor polisi K 1437 SB. Kecelakaan pun tak terelakkan.

“Jika saja (kecelakaan) itu tidak di tengah jembatan, mungkin ceritanya akan lain. Karena lewat jembatan yang permukaannya bergelombang, truk memilih melaju tidak terlalu kencang, sehingga sopir bus masih sempat mengerem meski kelihatannya sedikit menabrak,” katanya.

Korban langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Rembang untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. Sedangkan sepeda motor korban jenis Honda Revo warna biru hitam bernomor polisi S 6870 ET serta sopir truk boks, Budiono (47), warga RT 1 RW 3 Desa Kaliputu, Kecamatan/Kabupaten Kudus, diamankan di Makolantas Polres Rembang.

Ditemui wartawan di IGD RSUD dr R Soetrasno Rembang, Abdul Wahab mengaku bermaksud mengirimkan ikan ke seorang pemasok di Desa Waru, Kecamatan Rembang, sebelum nahas menimpanya. “Saya sudah beberapa kali lewat jalur Rembang. Mungkin karena sedang apes saja,” tuturnya lirih.

Seiring meningkatnya volume arus mudik Lebaran, kecelakaan tersebut sempat mengakibatkan ketersendatan arus lalu lintas di Jalur Pantura Kota Rembang selama lebih dari setengah jam.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan