Thong – Thong Lek, Trailer Mulai Dihias

Selasa, 14 Agustus 2012 | 02:29 WIB

Rembang, mataairradio.net – Menjelang pelaksanaan Festival Thong-Thong Lek yang akan dilaksanakan malam ini, Selasa (14/8), sejumlah kendaraan trailer yang akan dipergunakan peserta sebagai armada pengangkut alat pengeras suara beserta piranti lain mulai dipercantik.

Pantauan wartawan mataairradio.net, pagi ini, beberapa kendaraan trailer mulai dihiasi dengan segala pernak-pernik dekorasi. Selain itu, juga terlihat awak audio system tengah sibuk memasang dan menjajal perangkat audionya pada armada yang hendak digunakan dalam arak-arakan festival tahunan, malam nanti.

Salah seorang dedengkot kelompok Lapendos asal Desa Waru Kecamatan Rembang Kota, Kasrin, mengatakan, persiapan sudah dilaksanakan sejak tadi malam. “Kita sudah mempersiapan sejak tadi malam. Langkah ini diambil karena kalau semuanya dikerjakan hari ini, dipastikan tidak akan cukup waktunya. Apalagi, kalau siang tenaga sangat terbatas karena sebagian besar berpuasa,” katanya, Selasa.

Hal sama juga dikatakan salah seorang koordinator kelompok Bosemac asal Desa Jolotundo, Lasem, Taufan. Menurutnya, penyiapan armada dan segala ubarampenya sangat efektif dilakukan pada malam hari setelah salat Terawih. “Kalau malam kondisinya lebih fit karena habis berbuka. Semua persiapan sudah kita laksanakan semalam. Hari ini, tinggal melanjutkan yang belum selesai,” tegasnya.

Sedikitnya 25 kelompok thong-thong lek akan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. 9 kelompok musik penggugah sahur tradisional sebagai peserta lomba. Sedangkan 16 kelompok thong-thong lek modern lainnya sebagai penggembira.

Pada babak penyisihan malam ini, peserta akan berarak melalui Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Sutomo, Jalan Kartini, hingga Jalan Pemuda, dan finish di kawasan Perempatan Galonan. Setiap kelompok peserta wajib membawakan lagu wajib berjudul Pepiling karya Anom Suroto dan Mencari Berkah karya Wali.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan