Tabung Gas Karbit Meledak, Penjual Balon Diamankan

Kamis, 31 Mei 2012 | 08:59 WIB


KOTA – Seorang penjual es buah di kawasan depan RSU dr R Soetrasno Rembang mengalami patah kaki kiri dan luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya setelah tabung gas karbit untuk pengisi balon yang berada di samping gerobak dagangannya meledak, Kamis (31/5) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kejadian nahas itu bermula ketika Pridanto (41), penjual balon karbit berasal dari Desa Kajar Kecamatan Lasem, meninggalkan lapak dagangannya untuk sarapan. Pridanto pun menitipkan lapaknya kepada Suparno (24), pedagang es buah yang berjualan di samping lapaknya.

Entah apa penyebabnya, beberapa saat kemudian tabung gas karbit yang berada persis di samping kiri gerobak dagangan Suparno meledak. Seketika, lapak dagangan balon karbit dan gerobak es buah yang ada di dekatnya hancur berantakan.

Suparno terpental dan mengalami patah kaki kiri serta belasan luka di bagian tangan dan kakinya. Ia yang warga RT 3 RW 2 Dusun Manansari Desa Wonokerto, Wonogiri itu pun langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSU dr R Soetrasno Rembang untuk mendapatkan pertolongan tim medis.

Sementara, warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian segera berhamburan menuju sumber ledakan. Para pedagang di sekitarnya pun mengaku kaget dan shok atas insiden itu.

Tak hanya Suparno, Muhammad Solikul Hadi (30) warga Desa Karangmangu Kecamatan Sarang beserta istri dan anak kecilnya nyaris menjadi korban ledakan tabung gas karbit berdiameter sekitar 20 centimeter dan tinggi hampir satu meter tersebut. Saat itu, Solikul yang baru saja selesai menebus obat untuk mengobati sakit anaknya, melintas di dekat lokasi kejadian.

“Ketika itu, saya bingung menentukan pilihan antara membeli es buah untuk anak atau membeli balon. Namun, belum sempat menentukan pilihan, tiba-tiba ada ledakan keras. Saya buru-buru menyelamatkan anak dan istri dengan mendekapnya,” kata Solikul.

Menurut Solikul, meski tidak mengalami luka, tapi dirinya khawatir terjadi sesuatu dengan anaknya. “Mungkin si kecil kaget bukan kepalang. Semoga tidak ada dampak yang berarti bagi anak saya,” kata dia.

Menurut data yang dihimpun, Pridanto bukan lah penjual balon yang sehari-hari berjualan di depan RSU dr R Soetrasno. Sebab, Pridanto biasanya hanya berjualan balon berisi gas karbit secara keliling.

Adapun lapak berikut barang dagangan serta tabung gas karbit itu diketahui milik Sugiyono, warga Grobogan, rekan kerja Pridanto. Sugiyono diduga telah memercayakan barang dagangannya dalam beberapa hari terakhir ini kepada Pridanto lantaran sedang pulang kampung.

Kepolisian Sektor Kota Rembang menyatakan masih mendalami insiden meledaknya tabung gas karbit tersebut. “Kami masih mendalami penyebab pasti ledakan tabung gas karbit tersebut,” terang Kapolsekta Rembang AKP Suhaendi Tirta M.

Untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya sudah mengamankan Pridanto berikut sejumlah barang bukti berupa serpihan tabung gas yang meledak. “Kami belum nyatakan apapun, termasuk apakah penjual balon akan menjadi tersangka dalam insiden ini ataukah tidak,” tegas Kapolsek. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan