Tabrak Drum Pembatas Jalan, Anggota Polisi dan Istrinya Tewas

Rabu, 21 November 2012 | 13:22 WIB

Ilustrasi Korban Kecelakaan

Rembang – MataAirRadio.net, Seorang anggota Polres Rembang bersama istrinya tewas setelah mengalami kecelakaan di Pantura Kaliori, Kabupaten Rembang, tepatnya di Pantura turut Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, Selasa (21/11) malam.

Dari keterangan yang dihimpun reporter MataAir Radio, korban bernama Susriyanto (54), staf Satuan Sabhara Polres Rembang yang tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Adapun Rusmiati (52), istrinya, tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka parah di bagian perutnya. Keduanya warga RT 1 RW 3 Desa Batursari, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Kejadian bermula saat kedua korban mengendarai sepeda motor Suzuki A100XT dengan nomor polisi 506-45 IX melaju dari arah barat.

Seperti sepeda motor lain yang melaju di depannya, korban pun memutuskan naik ke cor beton saat melintas di Pantura Kaliori yang tengah diperbaiki.

Nahas, saat tiba di Jalur Pantura turut Desa Dresi Kulon, Kecamatan Kaliori, korban menyerempet drum berisi cor yang digunakan untuk pembatas tengah lajur beton.

Korban pun terjatuh persis di roda belakang bagian kanan truk fuso dengan nomor polisi W 8244 UP yang dikemudikan Mashudi (43), dari arah berlawanan atau dari arah timur.

Meski mengaku sudah berusaha mengerem laju truk, sopir warga Desa Juwet Kenongo RT 11 RW 4 Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo itu mengaku tak bisa menghindari terjadinya kecelakaan.

Seorang pelalu lintas asal Jaken Pati, Mahmudi mengatakan, keputusan pelaksana proyek yang menempatkan drum berisi cor untuk memisahkan lajur kanan dan kiri jalan Pantura Kaliori memunculkan kerawanan, terutama pada malam hari. Apalagi kondisi Pantura gelap saat malam hari karena minim penerangan.

Pelaksana diminta memasang stiker skotlet yang bisa memantulkan cahaya saat terkena lampu kendaraan, sehingga membuat pengendara lebih waspada.

Dengarkan rekaman disini.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto pun berang dan menyatakan akan menegur keras pelaksana proyek. Bukan lantaran korban kecelakaan adalah anggotanya, melainkan agar tidak jatuh lagi korban. Apalagi, proyek masih akan berlangsung hingga Desember mendatang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan