Syawalan, Lapak PKL Alun-alun Bebas Garukan

Kamis, 23 Agustus 2012 | 08:57 WIB
Sejumlah lapak PKL di Alun-alun Rembang, Kamis (23/8), masih dibiarkan berdiri pada siang hari kendati tidak dipergunakan berjualan. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Sejumlah pedagang kaki lima yang biasa mangkal di kawasan Alun-alun Kota Rembang nekat membiarkan lapak dagangnya tetap berdiri pada siang hari, meski satuan polisi pamong praja sudah berulang kali menertibkannya.

Berdasarkan pantauan mataairradio.net, Kamis (23/8), jumlah lapak pedagang yang dibiarkan tetap berdiri kendati tidak sedang digunakan untuk berjualan mencapai belasan.

Dikonfirmasi mengenai “pemandangan” ini, Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang, Sudarno mengatakan, penertiban terhadap lapak pedagang kaki lima di kawasan alun-alun yang masih dibiarkan berdiri pada siang hari memang sudah sering dilakukan pihaknya.

“Namun kali ini, karena masih dalam nuansa Lebaran, kami terpaksa membiarkan. Untuk sementara, setidaknya sampai Senin (27/8). Setelah (hari) itu, jika masih ada lapak yang dibiarkan berdiri pada siang hari, akan kami tindak,” katanya menegaskan.

Sudarno menyatakan, aksi sejumlah pedagang kaki lima itu sebenarnya melanggar Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 1977 tentang Keindahan dan Kenyamanan Tempat Umum.

“Kami menghargai usaha pedagang yang berupaya meraup untung lebih memanfaatkan masa Syawalan. Namun, setelah perhelatan tradisi Syawalan selesai, kami akan menindak tegas pedagang yang nekat membiarkan lapaknya berdiri pada siang hari,” tegasnya lagi. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan