Sumber Rejeki Karam, 15 ABK Tenggelam Belum Ditemukan

Rabu, 9 Januari 2013 | 19:29 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, MataAirRadio.net, Kapal motor (KM) nelayan bernama lambung Sumber Rejeki Putra dilaporkan karam beserta 15 orang anak buah kapal (ABK) akibat dihantam ombak besar di sekitaran antara Pulau Karamean dan Pulau Masalembo, masuk wilayah Kabupaten Sumenep, Madura.

Berdasarkan informasi yang dihimpun reporter MataAir Radio, Rabu (9/1) petang, kapal milik Haji Basir, warga Desa Tasikagung Kecamatan Rembang tersebut mengalami pecah di bagian lambung depan akibat diterjang ombak besar ketika hendak lego jangkar atau membuang sauh.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Kamla Rembang Peltu Bakri saat dihubungi menyatakan, berdasarkan komunikasinya via radio dengan petugas di dua pulau tersebut, kejadian nahas itu terjadi pada sekitar pukul 05.00 WIB, Rabu (9/1) pagi.

Pelatu Bakri juga mengatakan, bangkai kapal dan 15 orang yang tenggelam belum ditemukan, sementara pencarian terhadapnya terhalang cuaca buruk.

Kepala Desa Tasikagung Supolo menambahkan, kapal motor nelayan dengan nahkoda bernama Bakir tersebut berawakkan pandega dari berbagai daerah seperti Sarang, Juana, dan Rembang.

Sementara itu, Supolo mengungkapkan, ABK KM Sumber Rejeki Putra yang berasal dari desa setempat adalah seorang motoris bernama Kendi.

Ia juga mengungkapkan, dari hasil komunikasi melalui radio, diketahui pula bahwa ada beberapa kapal asal Tasikagung yang telah memuat banyak ikan hasil tangkapan, namun tidak berani pulang lantaran tersandera cuaca buruk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MataAir Radio, kapal-kapal nelayan saat ini harus berlindung di pulau-pulau kecil, seperti Pulau Matasiri atau Pulau Karamean di dekat Pulau Masalembu untuk menghindari kecelakaan laut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan